Calon Presiden: Prancis Harus Tinggalkan NATO dan Bermitra dengan Rusia
Selasa, 04 Januari 2022 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia yakin, meninggalkan aliansi NATO sama sekali akan bermanfaat bagi Prancis, karena tidak akan menjadi bagian dari "petualangan militer" AS.
Baca juga: China Bangun Jembatan di Danau Pangong, Percepat Pergerakan Dekati Pos Militer India
“Saya untuk meninggalkan NATO. Kita perlu menurunkan eskalasi. Jika kita meninggalkan NATO, kita tidak akan terseret ke dalam logika perang dingin yang dipertahankan Amerika dengan Rusia dan China,” ungkap dia.
Politisi itu juga menganggap Rusia sebagai mitra Prancis daripada musuh.
Dia menegaskan, Baratlah yang membuat blok NATO ke dalam kebuntuan saat ini dengan Moskow, melanggar janjinya tentang perluasan aliansi ke timur.
“Rusia adalah mitra. Saya tidak setuju jika dijadikan musuh. Kita membawa 10 negara ke NATO di timur, yang dilihat sebagai ancaman oleh Rusia. Terutama ketika Anda memasang sistem anti-rudal di Polandia,” tutur politisi itu.
Baca juga: China Bangun Jembatan di Danau Pangong, Percepat Pergerakan Dekati Pos Militer India
“Saya untuk meninggalkan NATO. Kita perlu menurunkan eskalasi. Jika kita meninggalkan NATO, kita tidak akan terseret ke dalam logika perang dingin yang dipertahankan Amerika dengan Rusia dan China,” ungkap dia.
Politisi itu juga menganggap Rusia sebagai mitra Prancis daripada musuh.
Dia menegaskan, Baratlah yang membuat blok NATO ke dalam kebuntuan saat ini dengan Moskow, melanggar janjinya tentang perluasan aliansi ke timur.
“Rusia adalah mitra. Saya tidak setuju jika dijadikan musuh. Kita membawa 10 negara ke NATO di timur, yang dilihat sebagai ancaman oleh Rusia. Terutama ketika Anda memasang sistem anti-rudal di Polandia,” tutur politisi itu.
Lihat Juga :