Zig-zag PM Sudan Abdalla Hamdok: Dikudeta, Diangkat Lagi, lalu Mundur
Senin, 03 Januari 2022 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Hamdok mengatakan pada saat itu bahwa dia telah kembali ke tampuk kekuasaan untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan melindungi reformasi ekonomi.
Namun, pada Minggu (2/1/2022) Hamdok mengumumkan pengunduran dirinya setelah gagal membentuk pemerintah di tengah berlanjutnya protes anti-militer.
Dia menyerukan dialog untuk menyepakati "piagam nasional" dan "menggambar roadmap" untuk menyelesaikan transisi.
Kudeta Oktober lalu telah membatalkan rencana Sudan untuk beralih ke demokrasi setelah pemberontakan rakyat memaksa penggulingan otokrat lama Omar al-Bashir oleh militer dan pemerintah Islam-nya pada April 2019.
Pada hari Minggu, sebelum pengunduran diri PM Hamdok, pasukan keamanan Sudan dengan keras membubarkan pengunjuk rasa pro-demokrasi. Sebuah kelompok medis mengatakan setidaknya dua orang tewas.
Komite Dokter Sudan, yang merupakan bagian dari gerakan pro-demokrasi, mengatakan salah satu korban tewas dipukul dengan keras di kepalanya saat mengambil bagian dalam pawai protes di Khartoum.
Namun, pada Minggu (2/1/2022) Hamdok mengumumkan pengunduran dirinya setelah gagal membentuk pemerintah di tengah berlanjutnya protes anti-militer.
Dia menyerukan dialog untuk menyepakati "piagam nasional" dan "menggambar roadmap" untuk menyelesaikan transisi.
Kudeta Oktober lalu telah membatalkan rencana Sudan untuk beralih ke demokrasi setelah pemberontakan rakyat memaksa penggulingan otokrat lama Omar al-Bashir oleh militer dan pemerintah Islam-nya pada April 2019.
Pada hari Minggu, sebelum pengunduran diri PM Hamdok, pasukan keamanan Sudan dengan keras membubarkan pengunjuk rasa pro-demokrasi. Sebuah kelompok medis mengatakan setidaknya dua orang tewas.
Komite Dokter Sudan, yang merupakan bagian dari gerakan pro-demokrasi, mengatakan salah satu korban tewas dipukul dengan keras di kepalanya saat mengambil bagian dalam pawai protes di Khartoum.
Lihat Juga :