Inilah Negara Paling Miskin di Jazirah Arab
Kamis, 30 Desember 2021 - 15:59 WIB
loading...
Warga menarik galon berisi air di Yaman. Foto/REUTERS
A
A
A
SANAA - Yaman menjadi negara yang paling miskin di Jazirah Arab atau Timur Tengah. Pada tahun 2018, total produk domestik bruto (PDB) Yaman hanya sebesar USD23,49 juta.
Total penduduk negara ini mencapai 29 juta jiwa. Yaman menjadi bukti terjadinya krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Terhitung, 21 juta penduduknya sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan, termasuk 11 juta anak-anak di Yaman.
Baca juga: Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Akibat konflik, sebanyak 10 ribu anak-anak menderita cacat dan bahkan tewas terbunuh. Konflik juga menyebabkan kerusakan sekolah dan penutupan instansi pendidikan. Dampaknya, anak-anak tidak mampu lagi menimba ilmu.
Baca juga: Patung Cristiano Ronaldo di Goa Picu Badai Amarah Warganet India
Menurut data PBB, UNDP, perang yang terjadi sejak 2014 di Yaman membuat 45% masyarakatnya hidup dalam kemiskinan. Angka itu semakin berkembang hingga 75% populasinya hidup miskin di akhir 2019.
Apabila perang terus berlanjut hingga tahun 2022, Yaman sudah dapat dipatenkan menjadi negara termiskin di dunia, bukan hanya di wilayah Arab saja.
Hal itu dikarenakan akan ada lebih dari 75% masyarakatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Sementara itu, Bank Dunia memprediksikan ada sekitar 20 juta warga Yaman yang tidak mendapatkan akses air bersih dan 16 juta orang yang membutuhkan bantuan mendesak karena berisiko tinggi menderita kekurangan gizi.
Hal ini terjadi akibat kurangnya pangan. Sebagaimana yang disampaikan UNDP, Bank Dunia juga mengutarakan kemiskinan di negara itu terus memburuk.
Ekonomi Yaman menyusut sekitar 8,5% pada 2020. Apalagi, pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi kegiatan bisnis dan ekonomi di sana.
Beberapa komoditas mengalami kelangkaan hingga menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Total penduduk negara ini mencapai 29 juta jiwa. Yaman menjadi bukti terjadinya krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Terhitung, 21 juta penduduknya sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan, termasuk 11 juta anak-anak di Yaman.
Baca juga: Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Akibat konflik, sebanyak 10 ribu anak-anak menderita cacat dan bahkan tewas terbunuh. Konflik juga menyebabkan kerusakan sekolah dan penutupan instansi pendidikan. Dampaknya, anak-anak tidak mampu lagi menimba ilmu.
Baca juga: Patung Cristiano Ronaldo di Goa Picu Badai Amarah Warganet India
Menurut data PBB, UNDP, perang yang terjadi sejak 2014 di Yaman membuat 45% masyarakatnya hidup dalam kemiskinan. Angka itu semakin berkembang hingga 75% populasinya hidup miskin di akhir 2019.
Apabila perang terus berlanjut hingga tahun 2022, Yaman sudah dapat dipatenkan menjadi negara termiskin di dunia, bukan hanya di wilayah Arab saja.
Hal itu dikarenakan akan ada lebih dari 75% masyarakatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Sementara itu, Bank Dunia memprediksikan ada sekitar 20 juta warga Yaman yang tidak mendapatkan akses air bersih dan 16 juta orang yang membutuhkan bantuan mendesak karena berisiko tinggi menderita kekurangan gizi.
Hal ini terjadi akibat kurangnya pangan. Sebagaimana yang disampaikan UNDP, Bank Dunia juga mengutarakan kemiskinan di negara itu terus memburuk.
Ekonomi Yaman menyusut sekitar 8,5% pada 2020. Apalagi, pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi kegiatan bisnis dan ekonomi di sana.
Beberapa komoditas mengalami kelangkaan hingga menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
(sya)
Lihat Juga :