Presiden Aoun: Lebanon Butuh 7 Tahun untuk Keluar dari Krisis

Minggu, 26 Desember 2021 - 15:44 WIB
loading...
Presiden Aoun: Lebanon...
Presiden Lebanon, Michel Aoun. FOTO/Reuters
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon , Michel Aoun mengatakan, negaranya membutuhkan enam hingga tujuh tahun untuk pulih di tengah krisis terdalamnya sejak perang saudara 1975-1990. “Lebanon membutuhkan 6 hingga 7 tahun untuk bangkit dari krisis yang sedang dialaminya saat ini,” kata Aoun.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Jumat (24/12/2021), Aoun mengatakan, Lebanon telah mencapai titik ini sebagai akibat dari "perbuatan buruk, pencurian, korupsi, dan kegagalan oleh sistem" dan bahwa perubahan "intelektual dan praktis" yang sangat dibutuhkan pasti akan diterapkan untuk memperbaiki dia.

Baca: Krisis Listrik Sebabkan Meningkatnya Kasus Keracunan Makanan di Lebanon

“Apa yang rakyat Lebanon derita dan jalani hari ini adalah akibat dari perbuatan mereka yang berkuasa di masa lalu yang dipercayakan dengan kehidupan warga negara,” tegasnya dalam sebuah tweet.

Lebanon berada di tahun ketiga kehancuran ekonomi yang dimulai pada 2019, ketika sistem keuangan runtuh di bawah beban utang negara yang besar dan kekurangan mata uang asing – akibat korupsi selama beberapa dekade, salah urus ekonomi, dan pembiayaan yang tidak berkelanjutan.

Komentar Aoun muncul hanya beberapa hari setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuat komentar pedas tentang penyebab keruntuhan keuangan Lebanon dalam sebuah video bocor yang beredar di media sosial.

"Sejauh yang saya mengerti apa yang terjadi di Lebanon adalah bahwa Lebanon menggunakan sesuatu yang mirip dengan skema Ponzi. Yang berarti bahwa bersama dengan korupsi dan, mungkin, bentuk pencurian lainnya, sistem keuangan telah runtuh," kata Guterres dalam video tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Trump: Iran Sebaiknya...
Trump: Iran Sebaiknya Bersikap Baik!
Rekomendasi
FIFA Selidiki Spanduk...
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland
Begini Respons Pihak...
Begini Respons Pihak Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Beri Klarifikasi di Medsos
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Berita Terkini
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved