Kapal Perang AS Lumpuh akibat Wabah COVID-19
Sabtu, 25 Desember 2021 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Kapal USS Milwaukee saat ini berhenti di Stasiun Angkatan Laut Teluk Guantanamo, di mana ia berhenti dalam perjalanan untuk ditempatkan di Komando Selatan AS. USS Milwaukee meninggalkan AS pada 14 Desember 2021.
Dalam sebuah pernyataan pada Malam Natal, Angkatan Laut mengatakan bahwa varian COVID-19 yang tepat ada di kapal belum ditentukan dan mencatat bahwa semua pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diikuti. "Termasuk pelacakan kontak dan protokol pengujian," bunyi pernyataan Angkatan Laut AS.
“Kapal itu mengikuti strategi mitigasi agresif sesuai dengan pedoman Angkatan Laut dan CDC,” lanjut pernyataan Angkatan Laut Amerika, yang dikutip dari laman resminya, Sabtu (25/12/2021).
"Yang divaksinasi terhadap virus terus menunjukkan efektivitas terhadap penyakit serius.”
Ini bukan kapal perang AS pertama yang harus menerapkan tindakan karantina untuk memerangi wabah COVID-19 sejak awal pandemi. Dalam insiden yang paling memalukan, ribuan pelaut di USS Theodore Roosevelt terpaksa dikarantina tahun lalu, dan setidaknya satu meninggal, sementara kapten kapal dipecat karena mengirim email yang memohon agar kru kapalnya dievakuasi.
Dalam sebuah pernyataan pada Malam Natal, Angkatan Laut mengatakan bahwa varian COVID-19 yang tepat ada di kapal belum ditentukan dan mencatat bahwa semua pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diikuti. "Termasuk pelacakan kontak dan protokol pengujian," bunyi pernyataan Angkatan Laut AS.
“Kapal itu mengikuti strategi mitigasi agresif sesuai dengan pedoman Angkatan Laut dan CDC,” lanjut pernyataan Angkatan Laut Amerika, yang dikutip dari laman resminya, Sabtu (25/12/2021).
"Yang divaksinasi terhadap virus terus menunjukkan efektivitas terhadap penyakit serius.”
Ini bukan kapal perang AS pertama yang harus menerapkan tindakan karantina untuk memerangi wabah COVID-19 sejak awal pandemi. Dalam insiden yang paling memalukan, ribuan pelaut di USS Theodore Roosevelt terpaksa dikarantina tahun lalu, dan setidaknya satu meninggal, sementara kapten kapal dipecat karena mengirim email yang memohon agar kru kapalnya dievakuasi.
(min)
Lihat Juga :