Sudah 184.217 Orang Meninggal, WHO Bilang Krisis COVID-19 Akan Lama
Kamis, 23 April 2020 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Pandemi ini telah memicu tidak hanya keadaan darurat kesehatan, tetapi juga kemunduran ekonomi global, di mana bisnis-bisnis berjuang untuk bertahan hidup, jutaan orang kehilangan pekerjaan, dan jutaan orang lainnya menghadapi kelaparan.
Data worldometers yang dikutip SINDOnews.com pada Kamis (23/4/2020) menunjukkan virus corona jenis baru ini sudah menyebar ke 210 negara dan beberapa wilayah. Jumlah kasus infeksi mencapai 2.637.673 orang dengan 184.217 kematian dan 717.625 pasien berhasil disembuhkan.
Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara terparah yang dilanda wabah ini. Negara yang dipimpin Presiden Donald John Trump tersebut memiliki 848.994 kasus infeksi COVID-19 dengan 47.676 kematian dan sebanyak 84.050 pasien berhasil disembuhkan.
Dengan kondisi seperti itu, Trump bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan penerbitan green card (kartu hijau) bagi imigran selama 60 hari ke depan.
Data worldometers yang dikutip SINDOnews.com pada Kamis (23/4/2020) menunjukkan virus corona jenis baru ini sudah menyebar ke 210 negara dan beberapa wilayah. Jumlah kasus infeksi mencapai 2.637.673 orang dengan 184.217 kematian dan 717.625 pasien berhasil disembuhkan.
Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara terparah yang dilanda wabah ini. Negara yang dipimpin Presiden Donald John Trump tersebut memiliki 848.994 kasus infeksi COVID-19 dengan 47.676 kematian dan sebanyak 84.050 pasien berhasil disembuhkan.
Dengan kondisi seperti itu, Trump bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan penerbitan green card (kartu hijau) bagi imigran selama 60 hari ke depan.
(min)
Lihat Juga :