PM Kamboja Hun Sen Sudah Berkuasa 36 Tahun, Putranya Digadang-gadang Jadi Penerus

Sabtu, 25 Desember 2021 - 01:59 WIB
loading...
PM Kamboja Hun Sen Sudah...
Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, sudah 36 tahun berkuasa. Dia mendukung putranya sebagai penerus kekuasaan. Foto/REUTERS
A A A
PHNOM PENH - Perdana Menteri (PM) Kamboja , Hun Sen, sudah berkuasa selama 36 tahun. Kini, partai berkuasa mendukung putra tertuanya untuk menjadi penerus kekuasaan.

Kendati demikian, Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa tidak menentukan jangka waktu kapan suksesi itu akan terjadi.

Baca juga: AS Hajar Kamboja dengan Sanksi Gara-gara China

Sebuah pernyataan dari Partai Rakyat Kamboja yang dilansir Reuters mengatakan komite pusatnya dengan suara bulat mendukung Hun Manet (44) sebagai kandidat perdana menteri di masa depan.

Hun Sen, salah satu pemimpin terlama di dunia, awal bulan ini mengatakan dia akan mendukung putranya sebagai penggantinya tetapi tidak mengatakan kapan dia akan pensiun.

Kamboja memiliki pemerintahan satu partai sejak pemilu 2018, setelah kampanye yang membuat partai oposisi utama dibubarkan dan tindakan keras terhadap masyarakat sipil dan media.

Kantor Hun Sen tidak dapat segera dihubungi pada hari Jumat (24/12/2021). Dia belum menjelaskan apakah dia akan menjadi kandidat pemimpin dalam pemilihan berikutnya, pada tahun 2023.

Hun Manet adalah wakil komandan Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) dan kepala staf gabungan yang lulus dari Akademi Militer Amerika Serikat di West Point pada 1999.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved