Klaim Hendak Dihabisi Putra Mahkota MBS, Eks Intel Saudi Menang Gugatan Sementara

Sabtu, 25 Desember 2021 - 00:54 WIB
loading...
Klaim Hendak Dihabisi...
Putra Mahkota Mohammad bin Salman dituduh merencanakan pembunuhan terhadap mantan petinggi intelijen Arab Saudi, Saad Aljabri. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan petinggi intelijen Arab Saudi yang mengklaim hendak dihabisi Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk sementara memenangkan gugatannya di pengadilan Amerika Serikat (AS).

Hakim AS mengabulkan tuntutan Saad Aljabri yang minta Air Canada dan Lufthansa menyimpan catatan perjalanan para terdugaalgojo sebagai bukti rencana pembunuhan tersebut.



Hakim Distrik AS Timothy Kelly di Washington memutuskan bahwa berkas tersebut harus tersedia untuk digunakan oleh Saad Aljabri jika gugatannya terhadap Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertahan.

"Catatan yang menghadapi potensi kehancuran cukup penting untuk kasus ini sehingga kehilangan mereka akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki bagi penggugat," kata Kelly dalam putusannya, Kamis, yang dilansir Bloomberg, Jumat (24/12/2021).

Aljabri, yang saat ini tinggal di Kanada, merupakan orang dekat putra mahkota terguling Arab Saudi Muhammad bin Nayef (MBN). Pangeran MBN telah lama ditangkap dan ditahan. Laporan dari aktivis baru-baru ini menyebut MBN telah meninggal di penjara, namun pemerintah Arab Saudi tidak berkomentar.

Gugatan Aljabri, yang diajukan pada Agustus 2020, menuduh Pangeran Mohammed mengerahkan operasi di AS untuk melacaknya dan kemudian mengirim tim untuk membunuhnya. Itu terjadi hanya beberapa minggu setelah pembunuhan terhadap jurnalis pembangkang Saudi, Jamal Khashoggi, yang diduga atas perintah Kerajaan Saudi.

Aljabri berpendapat catatan maskapai akan menunjukkan pergerakan calon pembunuhnya, membuat catatan itu penting untuk kasusnya.

Dia telah meminta izin untuk memanggil maskapai penerbangan guna mendapatkan akses langsung ke data, tetapi Kelly mengatakan itu terlalu dini untuk itu karena dia belum memutuskan permintaan untuk menolak gugatan tersebut.

Pengacara Pangeran Mohammed bin Salman, Michael K. Kellogg, menolak berkomentar.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Apa itu Tarif Resiprokal...
Apa itu Tarif Resiprokal yang Dikenakan Donald Trump, Balas Dendam?
Rekomendasi
Jenazah Ray Sahetapy...
Jenazah Ray Sahetapy Dimakamkan Hari Ini di TPU Tanah Kusir
Sejarah Ranking FIFA...
Sejarah Ranking FIFA Timnas Indonesia dalam 15 Tahun Terakhir: Pernah Terpuruk di Posisi 173 Dunia
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
Berita Terkini
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1 menit yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
55 menit yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
2 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
4 jam yang lalu
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved