Jerman Ancam China: Misi Angkatan Laut Terbaru Hanyalah Penggoda

Rabu, 22 Desember 2021 - 09:43 WIB
loading...
Jerman Ancam China:...
Kapal perang Jerman, Bayern, berlabuh di Tokyo, Jepang, 5 November 2021. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Komandan Angkatan Laut Jerman Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach mengatakan pengerahan kapal perang baru-baru ini ke Laut China Selatan hanyalah "penggoda".

Pernyataan yang dilansir RT.com pada Selasa (21/12/2021) itu memberi sinyal kepada Beijing bahwa Berlin berencana meningkatkan kehadiran militernya di perairan yang disengketakan.

Berbicara dari atas kapal fregat Bayern pada Selasa, Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach mengatakan pengerahan kapal perang ke wilayah Laut China Selatan pekan lalu adalah tanda Jerman “mengabadikan” aktivitasnya di wilayah tersebut dalam langkah-langkah kecil.

Baca juga: Tegang dengan Rusia, AS Malah Jual Rudal Javelin ke Lithuania

Misi itu menjadi perjalanan pertama kapal perang Jerman ke kawasan itu dalam hampir dua dekade.

Baca juga: Media Asing Heboh Tank Misterius Terlihat Mengambang di Laut Natuna

Jerman mengisyaratkan pengerahan kapal perang lebih lanjut setelah “penggoda”.

Baca juga: Raja Harry Viral, Ratu Elizabeth II Peringatkan Pangeran William Soal Garis Suksesi

Schonbach mengatakan Berlin berharap mengirim kapal perang dan pesawat tempur tambahan ke Asia mulai 2023.

Dia menambahkan kepentingan utama Jerman adalah mempertahankan tatanan berbasis aturan internasional di wilayah tersebut.

“Kali ini, kita mulai dengan langkah kecil … mungkin kita akan melewati (Selat Taiwan) lain kali secara bilateral,” ungkap Schonbach ketika ditanya mengapa kapal perangnya tidak berlayar melalui selat itu.

Dia mengatakan Angkatan Laut Jerman fokus pada "mitra nilai" Berlin dan itu "tidak dimulai dengan palu".

Pada acara terpisah pada hari yang sama di Singapura, saat kapal fregat Jerman berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Changi, Schonbach mengatakan tujuan tur angkatan laut itu bukan untuk memprovokasi, tetapi tanda bahwa segalanya telah mencapai titik di mana Berlin merasa perlu melakukannya.

Tindakan Jerman juga mengirim "sinyal" tegas pada Beijing terkait sepak terjang China yang meningkat di kawasan perairan sengketa tersebut.

Ketika negara seperti Jerman mengirim kapal perang, maka pasti ada sesuatu yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yang cukup penting sehingga Jerman mengubah cara komunikasi dengan China.

Bayern berlayar ke Asia dengan 200 awak pada bulan Agustus.

Bulan berikutnya, Jerman mengklaim Beijing telah menolak masuknya fregat kelas Brandenburg ke pelabuhannya, yang menurut Schonbach adalah “keputusan politik.”

Dia menambahkan bahwa dia tidak memiliki hubungan langsung dengan rekannya dari China.

Pada saat itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Zhao Lijian mengatakan Beijing sangat mementingkan pengembangan kemitraan strategis menyeluruh antara China dan Jerman, termasuk kerja sama antara kedua militer.

Meskipun para pejabat Jerman menyamakan perjalanan itu dengan "membela nilai-nilai dan kepentingan", tajuk di koran Global Times yang dikelola pemerintah China pekan lalu menyamakannya dengan seruan "perhatian" dari Beijing.

Global Times menyebut langkah Jerman itu sebagai, “Upaya oportunistik untuk mencari publisitas gratis."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved