India Kerahkan Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia di Dekat Pakistan
Rabu, 22 Desember 2021 - 04:27 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mencoba mempersenjatai India agar memilih keluar dari kesepakatan tersebut, namun New Delhi tetap menjalankan kesepakatan.
AS, yang juga merupakan mitra pertahanan utama India, telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 tetapi India berpendapat bahwa negosiasi dimulai bertahun-tahun sebelum Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) diberlakukan.
Perjanjian pembelian senjata pertahanan itu ditandatangani pada 2015 dan kesepakatan senilai USD4,5 miliar diselesaikan pada 2018.
AS mencoba menghentikannya dengan menawarkan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem rudal Patriot. Namun, bagi India, tawaran tersebut datang terlambat.
AS menggunakan CAATSA untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dan pertahanan dengan Rusia, Korea Utara, dan Iran. Washington sebelumnya menggunakan undang-undang itu untuk menjatuhkan sanksi terhadap China dan sekutunya sendiri, Turki, karena membeli sistem rudal S-400 dari Moskow.
AS, yang juga merupakan mitra pertahanan utama India, telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 tetapi India berpendapat bahwa negosiasi dimulai bertahun-tahun sebelum Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) diberlakukan.
Perjanjian pembelian senjata pertahanan itu ditandatangani pada 2015 dan kesepakatan senilai USD4,5 miliar diselesaikan pada 2018.
AS mencoba menghentikannya dengan menawarkan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem rudal Patriot. Namun, bagi India, tawaran tersebut datang terlambat.
AS menggunakan CAATSA untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dan pertahanan dengan Rusia, Korea Utara, dan Iran. Washington sebelumnya menggunakan undang-undang itu untuk menjatuhkan sanksi terhadap China dan sekutunya sendiri, Turki, karena membeli sistem rudal S-400 dari Moskow.
Lihat Juga :