Teheran Remehkan Zionis: Israel Tak Mampu Serang Iran Tanpa Dukungan AS
Rabu, 22 Desember 2021 - 01:03 WIB
loading...
A
A
A
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan dia memberi tahu para pejabat AS bahwa dia telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mempersiapkan serangan terhadap Iran.
Seorang pejabat senior AS juga mengatakan bahwa para pemimpin militer Israel dan Amerika akan membahas kemungkinan latihan militer untuk berlatih menghancurkan fasilitas nuklir Iran dalam skenario kemungkinan terburuk jika perundingan nuklir Iran di Wina gagal.
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar latihan militer besar di selatan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Teheran.
Divisi kedirgantaraan, Angkatan Darat dan Angkatan Laut IRGC bergabung dalam latihan militer lima hari, di mana pasukan maritim bersiap untuk bermanuver di Selat Hormuz yang strategis, pintu gerbang sempit untuk 20% minyak yang diperdagangkan di dunia.
Sebelumnya pada hari Senin, seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya memperingatkan Israel terhadap "tindakan kerusakan" saat perundingan nuklir berlanjut di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran 2015 antara Teheran dengan negara-negara kekuatan dunia.
Pejabat itu mengatakan bahwa jika Israel mengambil langkah-langkah untuk menekan Iran agar menyerah pada tuntutan negara-negara Barat di meja perundingan, hasilnya akan kontraproduktif, berdampak pada hubungan dengan AS dan memiliki efek negatif dan jera pada kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pembicaraan yang disponsori Eropa bertujuan untuk menyelamatkan apa yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang telah rusak sejak AS menarik diri atas perintah Donald Trump pada 2018.
Seorang pejabat senior AS juga mengatakan bahwa para pemimpin militer Israel dan Amerika akan membahas kemungkinan latihan militer untuk berlatih menghancurkan fasilitas nuklir Iran dalam skenario kemungkinan terburuk jika perundingan nuklir Iran di Wina gagal.
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar latihan militer besar di selatan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Teheran.
Divisi kedirgantaraan, Angkatan Darat dan Angkatan Laut IRGC bergabung dalam latihan militer lima hari, di mana pasukan maritim bersiap untuk bermanuver di Selat Hormuz yang strategis, pintu gerbang sempit untuk 20% minyak yang diperdagangkan di dunia.
Sebelumnya pada hari Senin, seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya memperingatkan Israel terhadap "tindakan kerusakan" saat perundingan nuklir berlanjut di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran 2015 antara Teheran dengan negara-negara kekuatan dunia.
Pejabat itu mengatakan bahwa jika Israel mengambil langkah-langkah untuk menekan Iran agar menyerah pada tuntutan negara-negara Barat di meja perundingan, hasilnya akan kontraproduktif, berdampak pada hubungan dengan AS dan memiliki efek negatif dan jera pada kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pembicaraan yang disponsori Eropa bertujuan untuk menyelamatkan apa yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang telah rusak sejak AS menarik diri atas perintah Donald Trump pada 2018.
Lihat Juga :