Ketika Taliban Rebut Afghanistan, AS Kalah Perang Secara Memalukan
Rabu, 22 Desember 2021 - 00:44 WIB
loading...
A
A
A
29 Februari 2020
Setelah lebih dari 18 tahun konflik, AS dan Taliban menandatangani kesepakatan untuk membawa perdamaian ke Afghanistan. Kesepakatan, yang dengan suara bulat diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB didukung oleh China, Pakistan dan Rusia.
29 Februari 2020
Sebagai bagian dari Perjanjian Perdamaian Doha, AS setuju untuk menarik pasukan militer dalam waktu 14 bulan, yang berakhir pada Mei 2021.
1 Maret 2020
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menentang syarat dalam kesepakatan AS-Taliban yang mengharuskan pemerintahnya membebaskan 5.000 tahanan Taliban.
10 Maret 2020
Ghani memerintahkan pembebasan 1.500 tahanan Taliban di bawah tekanan AS.
3 September 2020
Afghanistan membebaskan 400 tahanan Taliban sebagaimana diatur dalam kesepakatan AS-Taliban, membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan damai intra-Afghanistan.
12 September 2020
Setelah tujuh bulan tertunda, pejabat pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban bertemu di Qatar untuk pembicaraan damai.
2 Desember 2020
Negosiator pemerintah Afghanistan dan Taliban mencapai kesepakatan tentang kerangka kerja untuk pembicaraan damai. Pada saat yang sama, Taliban mempertahankan pendekatan “lawan dan bicara”, mengintensifkan konflik untuk meningkatkan daya tawarnya dengan pemerintah Afghanistan.
14 April 2021
Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pasukan Amerika terakhir di Afghanistan, diperkirakan 2.500 personel, akan mulai hengkang pada 1 Mei. Biden mengatakan seluruh proses keberangkatan akan selesai pada 11 September, yang menandai 20 tahun setelah serangan al-Qaeda yang mendorong invasi AS ke Afghanistan.
15 April 2021
Menanggapi Presiden AS Joe Biden untuk menunda penarikan penuh hingga 11 September, Taliban mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kegagalan untuk menyelesaikan penarikan pada 1 Mei “membuka jalan bagi (Taliban) untuk mengambil setiap tindakan balasan yang diperlukan, maka pihak Amerika akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi di masa depan.”
2 Juli 2021
Pasukan AS diam-diam menarik diri dari Lapangan Terbang Bagram, lapangan terbang terbesar di Afghanistan. Ini secara efektif mengakhiri keterlibatan AS dalam perang.
9 Juli 2021
Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan setelah 20 tahun perang akan berlangsung pada 31 Agustus, bukan 11 September.
6 Agustus 2021
Taliban merebut Zaranj, ibu kota provinsi Nimruz di selatan, menjadi ibu kota provinsi pertama yang jatuh.
7 Agustus 2021
Taliban merebut seluruh provinsi utara Jawzjan, termasuk ibu kotanya, Sheberghan.
8 Agustus 2021
Taliban menguasai Sar-e-Pul, ibu kota provinsi utara senama. Kelompok ini juga menguasai provinsi Kunduz dan Taluqan pada hari yang sama.
9 Agustus 2021
Aybak, ibu kota provinsi utara Samangan, direbut oleh kelompok Taliban.
10 Agustus 2021
Taliban merebut Farah, ibu kota provinsi barat dengan nama yang sama, dan kemudian pada hari itu, Pul-e-Khumri, ibu kota provinsi tengah Baghlan.
11 Agustus 2021
Taliban menguasai Faizabad, ibu kota provinsi utara Badakhshan.
Setelah lebih dari 18 tahun konflik, AS dan Taliban menandatangani kesepakatan untuk membawa perdamaian ke Afghanistan. Kesepakatan, yang dengan suara bulat diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB didukung oleh China, Pakistan dan Rusia.
29 Februari 2020
Sebagai bagian dari Perjanjian Perdamaian Doha, AS setuju untuk menarik pasukan militer dalam waktu 14 bulan, yang berakhir pada Mei 2021.
1 Maret 2020
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menentang syarat dalam kesepakatan AS-Taliban yang mengharuskan pemerintahnya membebaskan 5.000 tahanan Taliban.
10 Maret 2020
Ghani memerintahkan pembebasan 1.500 tahanan Taliban di bawah tekanan AS.
3 September 2020
Afghanistan membebaskan 400 tahanan Taliban sebagaimana diatur dalam kesepakatan AS-Taliban, membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan damai intra-Afghanistan.
12 September 2020
Setelah tujuh bulan tertunda, pejabat pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban bertemu di Qatar untuk pembicaraan damai.
2 Desember 2020
Negosiator pemerintah Afghanistan dan Taliban mencapai kesepakatan tentang kerangka kerja untuk pembicaraan damai. Pada saat yang sama, Taliban mempertahankan pendekatan “lawan dan bicara”, mengintensifkan konflik untuk meningkatkan daya tawarnya dengan pemerintah Afghanistan.
14 April 2021
Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa pasukan Amerika terakhir di Afghanistan, diperkirakan 2.500 personel, akan mulai hengkang pada 1 Mei. Biden mengatakan seluruh proses keberangkatan akan selesai pada 11 September, yang menandai 20 tahun setelah serangan al-Qaeda yang mendorong invasi AS ke Afghanistan.
15 April 2021
Menanggapi Presiden AS Joe Biden untuk menunda penarikan penuh hingga 11 September, Taliban mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kegagalan untuk menyelesaikan penarikan pada 1 Mei “membuka jalan bagi (Taliban) untuk mengambil setiap tindakan balasan yang diperlukan, maka pihak Amerika akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi di masa depan.”
2 Juli 2021
Pasukan AS diam-diam menarik diri dari Lapangan Terbang Bagram, lapangan terbang terbesar di Afghanistan. Ini secara efektif mengakhiri keterlibatan AS dalam perang.
9 Juli 2021
Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan setelah 20 tahun perang akan berlangsung pada 31 Agustus, bukan 11 September.
6 Agustus 2021
Taliban merebut Zaranj, ibu kota provinsi Nimruz di selatan, menjadi ibu kota provinsi pertama yang jatuh.
7 Agustus 2021
Taliban merebut seluruh provinsi utara Jawzjan, termasuk ibu kotanya, Sheberghan.
8 Agustus 2021
Taliban menguasai Sar-e-Pul, ibu kota provinsi utara senama. Kelompok ini juga menguasai provinsi Kunduz dan Taluqan pada hari yang sama.
9 Agustus 2021
Aybak, ibu kota provinsi utara Samangan, direbut oleh kelompok Taliban.
10 Agustus 2021
Taliban merebut Farah, ibu kota provinsi barat dengan nama yang sama, dan kemudian pada hari itu, Pul-e-Khumri, ibu kota provinsi tengah Baghlan.
11 Agustus 2021
Taliban menguasai Faizabad, ibu kota provinsi utara Badakhshan.
Lihat Juga :