Jika Kim Jong-un Meninggal Bakal Picu Kekacauan dan Respons Militer

loading...
Jika Kim Jong-un Meninggal Bakal Picu Kekacauan dan Respons Militer
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/REUTERS/KCNA
A+ A-
SEOUL - Kabar bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un sakit parah belum ditanggapi oleh Pyongyang maupun media pemerintah setemat. Para ahli militer memprediksi kematian diktator muda itu akan memicu kekacauan di kawasan dan membutuhkan respons militer.

Selain kekacauan, prediksi para ahli militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (AS) adalah pecahnya krisis pengungsi. Kondisi itu akan mamaksa AS, Korsel dan kemungkin sekutu Washington lainnya untuk intervensi.

Pertanyaan tentang kesehatan sang diktator muda membuncah setelah ia absen pada peringatan ulang tahun ke-108 kakeknya atau pendiri Korut; Kim, Il-sung, pada 15 April lalu.

Pada hari Rabu, media pemerintah Korea Utara menerbitkan beberapa komentar masa lalu Kim tanpa menyebutkan keberadaannya saat ini.



Sementara itu, pemerintah Korea Selatan mengulangi penegasannya bahwa tidak ada perkembangan tidak biasa yang terdeteksi di Korea Utara.

Menurut para ahli militer kepada Military Times, jika diktator berusia 36 tahun yang obesitas itu tidak mati suri, berarti dia memang memiliki masalah kesehatan dan kemungkinan berakhirnya pemerintahannya akan menciptakan kekacauan.

Meskipun Kim tidak memiliki penerus atau pewaris yang ditunjuk, adik perempuannya—pejabat senior partai berkuasa; Kim Yo Jong—diyakini menjadi kandidat yang paling mungkin untuk turun tangan.



Kendati demikian, beberapa ahli percaya bahwa kepemimpinan kolektif—yang dapat mengakhiri aturan dinasti keluarga—juga dapat dimungkinkan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top