Jelang Natal, Belanda Lakukan Lockdown di Tengah Gelombang Serangan Omicron

Minggu, 19 Desember 2021 - 10:40 WIB
loading...
A A A
Institut Nasional Belanda untuk Kesehatan Masyarakat telah melaporkan lebih dari 2,9 juta kasus virus Corona sejak pandemi dimulai, dan lebih dari 20.000 kematian.

Baca juga: Protes Penanganan Virus Corona, Ratusan Napi di Thailand Bakar Penjara

Dikatakan varian Omicron saat ini masih menyumbang sebagian kecil kasus virus Corona di Belanda, tetapi menyebar dengan cepat.

Para pejabat mengatakan varian itu akan menjadi varian dominan pada Tahun Baru.

Kepala tim manajemen wabah Belanda, Jaap van Dissel, mengatakan langkah-langkah baru akan "membeli waktu", memungkinkan lebih banyak orang untuk mendapatkan suntikan booster dan sistem perawatan kesehatan bersiap untuk kemungkinan peningkatan infeksi.

“Sebagai negara kita paling terlindungi jika sebanyak mungkin orang mendapatkan vaksinasi booster,” katanya.

Lebih dari 85% dari semua orang dewasa di Belanda telah divaksinasi, tetapi sejauh ini kurang dari 9% yang mendapatkan suntikan booster.

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge mengatakan semua orang dewasa sekarang akan mendapatkan undangan untuk mendapatkan suntikan booster paling lambat 7 Januari.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Varian Omicron Versi Siluman
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rob Jetten Dilantik...
Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Berita Terkini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Infografis
Tips Belanja Aman Jelang...
Tips Belanja Aman Jelang Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved