Pemerintahan Taliban Kembali Terbitkan Paspor Afghanistan di Kabul
Sabtu, 18 Desember 2021 - 22:37 WIB
loading...
Warga Afghanistan berdesakan saat mengurus paspor. FOTO/Reuters
A
A
A
KABUL - Otoritas Taliban Afghanistan menyatakan akan melanjutkan penerbitan paspor Afghanistan di Kabul. Ini memberikan harapan kepada warga Afghanistan yang merasa terancam hidup di bawah kekuasaan kelompok Islam garis keras tersebut.
Saat ini, ribuan warga Afghanistan telah mengajukan permohonan dokumen perjalanan baru untuk menghindari krisis ekonomi dan kemanusiaan yang berkembang yang digambarkan oleh PBB sebagai "longsoran kelaparan". Namun, hingga kini permohonan mereka belum berbalas.
Baca: Pakistan: Tolong Jangan Tinggalkan Afghanistan
Taliban berhenti mengeluarkan paspor tak lama setelah 15 Agustus, hari di mana mereka kembali berkuasa. Pada hari itu pula, puluhan ribu orang bergegas ke satu-satunya bandara di Kabul dalam upaya untuk mengejar penerbangan internasional yang dapat mengevakuasi mereka.
Alam Gul Haqqani, Kepala Kantor paspor, mengatakan, Taliban akan melanjutkan penerbitan paspor setelah membanjirnya aplikasi yang menyebabkan peralatan biometrik rusak. "Semua masalah teknis sekarang telah diselesaikan," kata Haqqani, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/12/2021).
Saat ini, ribuan warga Afghanistan telah mengajukan permohonan dokumen perjalanan baru untuk menghindari krisis ekonomi dan kemanusiaan yang berkembang yang digambarkan oleh PBB sebagai "longsoran kelaparan". Namun, hingga kini permohonan mereka belum berbalas.
Baca: Pakistan: Tolong Jangan Tinggalkan Afghanistan
Taliban berhenti mengeluarkan paspor tak lama setelah 15 Agustus, hari di mana mereka kembali berkuasa. Pada hari itu pula, puluhan ribu orang bergegas ke satu-satunya bandara di Kabul dalam upaya untuk mengejar penerbangan internasional yang dapat mengevakuasi mereka.
Alam Gul Haqqani, Kepala Kantor paspor, mengatakan, Taliban akan melanjutkan penerbitan paspor setelah membanjirnya aplikasi yang menyebabkan peralatan biometrik rusak. "Semua masalah teknis sekarang telah diselesaikan," kata Haqqani, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/12/2021).
Lihat Juga :