Beri Suap Seks ke Petugas Imigrasi Singapura, Wanita China Dipenjara

Sabtu, 18 Desember 2021 - 00:00 WIB
loading...
A A A
Pada hari-hari berikutnya, Teo menghubunginya untuk mendapatkan lebih banyak suap. Liang membayar makanan mereka suatu hari di pusat perbelanjaan Jem di Jurong East, setelah itu dia bertanya apakah dia ingin berbelanja iPhone 10—item yang diminta Teo sebelumnya.

Teo menolak tawaran itu dan malah mengambil uang tunai SD2.100 hingga SD2.200 dari Liang.

Teo kemudian menghubunginya untuk mengatakan bahwa dia membutuhkan pinjaman segera.

Khawatir bahwa Teo akan mencabut kartu izin khususnya jika dia menolak, dan mengetahui bahwa itu akan kedaluwarsa serta dia akan membutuhkan bantuannya lagi, dia mentransfer 5.000 yuan kepadanya melalui WeChat pada Oktober 2018.

Secara terpisah, Liang pindah ke sebuah flat di sepanjang Jurong West Street 71 pada November tahun lalu. Dia memasang iklan online yang menawarkan layanan seksual, dengan harga SD120 per jam.

Dia membayar 500 yuan setiap bulan untuk membuat daftar iklan di tiga situs web, menyediakan seks berbayar kepada sekitar 90 pelanggan antara 30 November tahun lalu hingga 13 Januari tahun ini sebelum petugas polisi menggerebek unit tersebut.

Dia mengirimkan SD8.000 dari penghasilannya untuk keluarganya di China.

Menon mendalilkan ada beberapa faktor yang memberatkan, antara lain suap yang berulang kali kepada pegawai pemerintah.

Pengacara Liang, Foo Ho Chew, mengatakan bahwakliennya terbiasa dengan budaya di China, di mana orang biasa memberikan hadiah kecil sebagai tanda penghargaan kepada pegawai negeri.

Menurut pengacara, Liang sekarang menyadari, bagaimanapun, adalah salah untuk memberikan gratifikasi dan sangat menyesali tindakannya.

Foo menambahkan bahwaLiang datang ke Singapura untuk mencari nafkah untuk putranya yang berusia lima tahun dan ibunya yang sudah lanjut usia, mengingat bahwa "persediaan pelacur di China sangat melimpah dan persaingan terlalu ketat untuk mencari nafkah untuk dirinya sendiri."

Menurut hukum di Singapura, mereka yang dihukum karena memberi atau menerima gratifikasi dapat dipenjara hingga lima tahun atau denda hingga SD100.000, atau diberikan kedua hukuman tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved