MA Inggris Tolak Gugatan Soal Paspor Netral Gender

Jum'at, 17 Desember 2021 - 04:00 WIB
loading...
A A A
Tetapi, pengadilan Inggris menyatakan bahwa jenis kelamin pemohon paspor adalah "detail biografis yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi identitas mereka dengan memeriksanya terhadap sertifikat kelahiran, adopsi, atau pengenalan jenis kelamin yang diberikan dan catatan resmi lainnya."

Baca: Selain AS, Negara-negara Ini Punya Paspor Netral Gender

“Oleh karena itu, gender diakui untuk tujuan hukum dan dicatat dalam dokumen-dokumen yang relevan,” kata Presiden Mahkamah Agung Inggris, Robert Reed. Ia menambahkan, bahwa tidak ada undang-undang di Inggris saat ini yang mengakui kategori non-gender dan membiarkan kasus tersebut akan membuat pemerintah tidak memiliki pendekatan yang koheren terhadap masalah tersebut.

“Sebaliknya, undang-undang di seluruh buku undang-undang mengasumsikan bahwa semua individu dapat dikategorikan sebagai milik salah satu dari dua jenis kelamin atau gender, istilah yang telah digunakan secara bergantian,” lanjutnya.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada dan Denmark, mengeluarkan atau berencana untuk mengizinkan paspor dengan penanda gender non-biner sebagai pengakuan atas hak-hak warga negara yang mengidentifikasi dirinya bukan sebagai perempuan atau laki-laki.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Rodri Bungkam Mulut...
Rodri Bungkam Mulut Ronaldo dengan Trofi Piala Dunia 2026 dan Golden Ball
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved