Eks Polisi Pembunuh George Floyd Mengaku Bersalah

Kamis, 16 Desember 2021 - 01:23 WIB
loading...
Eks Polisi Pembunuh George Floyd Mengaku Bersalah
Mantan Petugas Polisi Minneapolis Derek Chauvin telah mengaku bersalah atas tuduhan federal melanggar hak-hak sipil George Floyd. Foto/post-gazette
A A A
WASHINGTON - Mantan Petugas Polisi Minneapolis Derek Chauvin telah mengaku bersalah atas tuduhan federal melanggar hak-hak sipil George Floyd . Pengakuan itu muncul delapan bulan setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan dalam kematian George Floyd.

Chauvin yang berusia 45 tahun tengah menjalani hukuman penjara 22,5 tahun karena membunuh Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, pada Mei 2020.

Baca juga: Eks Polisi Pembunuh George Floyd Divonis 22,5 Tahun Penjara

Pada hari Rabu waktu setempat atau Kamis (16/12/2021), iamembalikkan pengakuan tidak bersalah sebelumnya atas tuduhan federal sebagai bagian dari kesepakatan dengan jaksa Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu berarti dia tidak akan diadili pada Januari. Ini juga dapat mengakibatkan hukuman federal yang lebih ringan untuk Chauvin seperti dilansir dari BBC.

Chauvin, yang berkulit putih, dihukum musim semi ini atas tuduhan pembunuhan dan pembunuhan tidak sengaja di Minnesota karena berlutut di leher Floyd selama lebih dari sembilan menit.

Pembunuhan Floyd yang direkam oleh kamera telepon saksi mata memicu kemarahan global dan gelombang demonstrasi menentang ketidakadilan rasial dan penggunaan kekuatan polisi.

Tuduhan federal terhadap Chauvin termasuk dua dakwaan terhadapnya karena merampas hak-hak Floyd dengan berlutut di lehernya saat dia diborgol, dan karena gagal memberikan perawatan medis selama penangkapan pada Mei 2020 lalu.

Baca juga: Remaja yang Merekam Pembunuhan George Floyd Dapat Hadiah Khusus dari Pulitzer

Sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan, Chauvin juga mengaku bersalah melanggar hak-hak seorang anak laki-laki berusia 14 tahun saat penangkapan lain yang terjadi pada tahun 2007. Menurut dakwaan, Chauvin menahan anak laki-laki, yang berkulit hitam, mencekik tenggorokannya, memukul kepalanya dengan senter dan menempatkan lututnya di leher dan punggung anak itu sementara dia diborgol dan tidak melawan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2471 seconds (11.97#12.26)