KBRI Nairobi Pulangkan 6 ABK yang Terlantar dari Kenya
Rabu, 15 Desember 2021 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Pada awal Oktober 2021, pihak agen kapal Kenya menghentikan pasokan makanan ke mereka dan mematikan mesin kapal. Atas pendekatan yang dilakukan KBRI, akhirnya para ABK kembali menerima pasokan makanan.
Pada pertengahan November, KBRI kembali menerima laporan bahwa para ABK tidak lagi dipasok makanan dan diancam tidak akan dibayar gajinya. Pemilik kapal beralasan bahwa pihaknya saat itu sedang dituntut di pengadilan oleh Kapten (WN Korea) dan para ABK Ra Horakty.
Pihak pemilik kapal mengatakan tidak akan membayar gaji dan menyediakan makanan untuk para ABK hingga selesainya putusan pengadilan.
Pada 8 Desember 2021, KBRI melakukan komunikasi dengan Perwakilan Pemilik Kapal Ra Horakty, Raphael Ngera. Ngera menyampaikan bahwa kepemilikan kapal Horakty telah berganti dan manajemen baru tetap ingin mempekerjakan keenam ABK asal Indonesia. Namun demikian, keenam ABK yang telah lebih dari tujuh bulan berada di kapal Horakty menolak tawaran tersebut dan bersikukuh ingin pulang ke Indonesia.
Baca juga: KBRI Buenos Aires Kunjungi Puerto Deseado, Pastikan ABK Indonesia Siap Melaut Kembali
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar RI di Nairobi atas bantuannya bagi penyelesaian masalah yang kami hadapi. Saya juga menghimbau teman-teman seafarer, jika menghadapi masalah silahkan datang ke KBRI,” demikian disampaikan Arief Sukmajaya Dilaga mewakili teman teman ABK Horakty saat pertemuan dengan Dubes RI dalam rilis yang diterima Sindonews.
Pada pertengahan November, KBRI kembali menerima laporan bahwa para ABK tidak lagi dipasok makanan dan diancam tidak akan dibayar gajinya. Pemilik kapal beralasan bahwa pihaknya saat itu sedang dituntut di pengadilan oleh Kapten (WN Korea) dan para ABK Ra Horakty.
Pihak pemilik kapal mengatakan tidak akan membayar gaji dan menyediakan makanan untuk para ABK hingga selesainya putusan pengadilan.
Pada 8 Desember 2021, KBRI melakukan komunikasi dengan Perwakilan Pemilik Kapal Ra Horakty, Raphael Ngera. Ngera menyampaikan bahwa kepemilikan kapal Horakty telah berganti dan manajemen baru tetap ingin mempekerjakan keenam ABK asal Indonesia. Namun demikian, keenam ABK yang telah lebih dari tujuh bulan berada di kapal Horakty menolak tawaran tersebut dan bersikukuh ingin pulang ke Indonesia.
Baca juga: KBRI Buenos Aires Kunjungi Puerto Deseado, Pastikan ABK Indonesia Siap Melaut Kembali
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar RI di Nairobi atas bantuannya bagi penyelesaian masalah yang kami hadapi. Saya juga menghimbau teman-teman seafarer, jika menghadapi masalah silahkan datang ke KBRI,” demikian disampaikan Arief Sukmajaya Dilaga mewakili teman teman ABK Horakty saat pertemuan dengan Dubes RI dalam rilis yang diterima Sindonews.
Lihat Juga :