Dubes Rusia: Ada Kemungkinan Inggris Buka Pangkalan Militer di Ukraina
Rabu, 15 Desember 2021 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan tentang pengembangan dan penguatan Angkatan Laut Ukraina dicapai selama kunjungan Presiden Vladimir Zelensky ke Inggris pada tahun 2020. Kedua belah pihak menandatangani nota penguatan kerja sama di bidang militer dan teknis-militer. Ini termasuk kredit Keuangan Ekspor Inggris sebesar 1,25 miliar.
Baca: G7 Bersatu Peringatkan Rusia Jika Nekat Invasi Ukraina
Sementara itu, Parlemen Ukraina menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan pasukan asing untuk mengambil bagian dalam latihan militer di wilayahnya. Menurut rancangan undang-undang, yang diajukan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Ukraina berencana mengadakan 10 latihan militer besar pada tahun 2022.
Anatoliy Petrenko, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, mengatakan kepada parlemen sebelum pemungutan suara, bahwa 21.000 warga Ukraina dan 11.500 personel militer dari Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Rumania, dan negara-negara lain akan berpartisipasi dalam latihan di darat, di laut, dan di udara.
"Melakukan latihan multinasional di wilayah itu akan membantu memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan mendukung upaya politik dan diplomatik untuk menjaga stabilitas di kawasan itu," kata Petrenko.
Baca: G7 Bersatu Peringatkan Rusia Jika Nekat Invasi Ukraina
Sementara itu, Parlemen Ukraina menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan pasukan asing untuk mengambil bagian dalam latihan militer di wilayahnya. Menurut rancangan undang-undang, yang diajukan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Ukraina berencana mengadakan 10 latihan militer besar pada tahun 2022.
Anatoliy Petrenko, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, mengatakan kepada parlemen sebelum pemungutan suara, bahwa 21.000 warga Ukraina dan 11.500 personel militer dari Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Rumania, dan negara-negara lain akan berpartisipasi dalam latihan di darat, di laut, dan di udara.
"Melakukan latihan multinasional di wilayah itu akan membantu memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan mendukung upaya politik dan diplomatik untuk menjaga stabilitas di kawasan itu," kata Petrenko.
(esn)
Lihat Juga :