Menlu AS Temui Jokowi, Begini Reaksi Media Komunis China

Selasa, 14 Desember 2021 - 11:18 WIB
loading...
Menlu AS Temui Jokowi,...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) menemui Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/12/2021). Foto/Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken telah menemui Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin. Media yang dikelola Partai Komunis China, Global Times, meremehkan kunjungan diplomat top Amerika tersebut.

Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Blinken dalam tur Asia Tenggaranya. Dia meyakinkan bahwa komitmen AS "sangat nyata" kepada Indonesia.

Baca juga: Blinken Tiba di Indonesia saat AS dan China Berebut Pengaruh

Saat menemui Jokowi, Blinken menekankan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara. Demikian disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/12/2021).

"Blinken memuji kepemimpinan Indonesia di Indo-Pasifik yang menyebut negara ini demokrasi terbesar ketiga di dunia dan pendukung kuat tatanan internasional berbasis aturan," lanjut pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Setelah pertemuan Blinken dengan Jokowi, Menlu Indonesia Retno LP Marsudi mengatakan Washington tampaknya tertarik untuk menjalin kemitraan dengan Jakarta, termasuk di bidang infrastruktur.

“Komitmen AS sangat nyata,” kata Retno kepada wartawan, tanpa merinci lebih lanjut.

Pagi ini (14/12/2021), Menlu Blinken menyampaikan pidato di Universitas Indonesia tentang pendekatan pemerintahan Joe Biden terhadap Indo-Pasifik.

Blinken juga berkunjung Malaysia dan Thailand selama tur Asia Tenggaranya, yang telah menyaksikan persaingan yang semakin ketat untuk berebut pengaruh antara Washington dan Beijing.

Daniel Kritenbrink, asisten menteri luar negeri AS untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, mengatakan kepada wartawan sebelum perjalanan Blinken bahwa AS berencana untuk membawa keterlibatan dengan 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Joe Biden berpartisipasi dalam KTT virtual AS-ASEAN pada Oktober lalu, berjanji untuk memperdalam kerja sama dengan blok tersebut. AS sebelumnya telah menyuarakan dukungan untuk beberapa negara ASEAN dalam ketegangan dengan China di Laut China Selatan, rute perdagangan utama yang diklaim Beijing sebagai miliknya.

Baca juga: Xi Jinping Janji Tak Tindas Negara Lain, tapi China Usik Indonesia di Natuna

Sementara itu, Global Times dalam sebuah opini mengatakan kunjungan Blinken ke Asia Tenggara "gagal mengubah keseimbangan di kawasan ini".

“Negara-negara ini pandai menjaga keseimbangan antara China dan AS, dalam arti tidak sepenuhnya bergantung pada China atau AS, yang merupakan karakteristik kebijakan luar negeri di banyak negara di kawasan ini,” kata Gu Xiaosong, pakar di ASEAN Research Institute of Hainan Tropical Ocean University, kepada Global Times.

Pada hari Minggu, AS, Australia dan Jepang juga mengumumkan upaya untuk mendanai kabel bawah laut untuk meningkatkan akses internet di tiga negara Pasifik kecil Nauru, Kiribati dan Negara Federasi Mikronesia.

Kunjungan Blinken ke Asia Tenggara terjadi kurang dari seminggu setelah AS, Kanada, dan Australia mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah China, termasuk perlakuan terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

AS menuduh China melakukan genosida terhadap warga Uighur–tuduhan yang dibantah oleh pemerintah China. China menolak boikot diplomatik sebagai "manipulasi politik" yang bertentangan dengan semangat Olimpiade.

China menolak awal tahun ini atas upaya bersama AS dan Inggris untuk memasok Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir.
Beijing juga menyuarakan keprihatinan tentang upaya Biden untuk memperkuat aliansi Quad dengan India, Jepang dan Australia setelah Gedung Putih menjadi tuan rumah pertemuan puncak pada bulan September.

Di tengah banyak titik ketegangan ini, Biden bulan lalu mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden China Xi Jinping, menyerukan untuk mengelola ketidaksepakatan sambil bekerja sama untuk kepentingan bersama dengan Beijing.

Menjelang pertemuan, Xi memperingatkan bahwa ketegangan era Perang Dingin tidak boleh dibawa di Asia-Pasifik.

“Kawasan Asia-Pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali ke dalam konfrontasi dan perpecahan era Perang Dingin,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved