Kisah Menyayat Hati Ibu Afghanistan Jual Bayinya karena Keluarga Kelaparan
Sabtu, 11 Desember 2021 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
Ibu berusia 40 tahun tersebut mengatakan kepada Save the Children bahwa dia melahirkan si kembar—laki-laki dan perempuan—sekitar empat atau lima bulan yang lalu, tak lama setelah meninggalkan pertanian mereka karena kekeringan.
Wanita itu menjelaskan bahwa semua pakaian anak-anak adalah bekas dan sumbangan dari penduduk setempat.
Dia menceritakan bagaimana dia berencana untuk menjaga kedua anak kembarnya, tetapi tidak dapat mengumpulkan cukup makanan untuk keduanya dan anggota keluarga lainnya.
Suaminya, yang berusia 45 tahun, bekerja sebagai buruh tetapi mengatakan hanya ada cukup pekerjaan untuk satu hari kerja dalam lima hari—dan upah hari itu, kira-kira USD1, cukup untuk makan dua hari saja.
Baca juga: Paus Fransiskus: Seks di Luar Nikah Bukan Dosa Paling Serius
Wanita itu menjelaskan bahwa semua pakaian anak-anak adalah bekas dan sumbangan dari penduduk setempat.
Dia menceritakan bagaimana dia berencana untuk menjaga kedua anak kembarnya, tetapi tidak dapat mengumpulkan cukup makanan untuk keduanya dan anggota keluarga lainnya.
Suaminya, yang berusia 45 tahun, bekerja sebagai buruh tetapi mengatakan hanya ada cukup pekerjaan untuk satu hari kerja dalam lima hari—dan upah hari itu, kira-kira USD1, cukup untuk makan dua hari saja.
Baca juga: Paus Fransiskus: Seks di Luar Nikah Bukan Dosa Paling Serius
Lihat Juga :