China Uji Mesin Pesawat Hipersonik dari Desain yang Pernah Dibuat AS

Sabtu, 11 Desember 2021 - 10:18 WIB
loading...
A A A
"Di China, desain tersebut telah mendapat banyak perhatian karena memahami mekanisme kerjanya dapat memberikan panduan penting untuk pesawat hipersonik dan pengembangan mesin," tulis Tan dan rekan-rekannya dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Propulsion Technology.

Namun, menurut Tan dan rekan-rekannya, desain rancangannya dikabarkan tidak ideal. Turbulensi yang kuat dapat terjadi di beberapa sudut saluran masuk udara, sehingga mengganggu stabilitas terbang. Argumen itu berdasarkan simulasi komputer dan hasil eksperimen. Kemampuan pesawat untuk naik tajam tanpa mencekik mesinnya juga terbatas.

Yang lebih penting, para peneliti China menekankan bahwa bahkan jika arsitektur mesin ganda dapat dijalankan dengan beberapa keunggulan, seperti yang diungkapkan oleh eksperimen di lapangan, banyak tantangan sulit yang masih ada.

Kendaraan dan senjata hipersonik China saat ini menggunakan roket untuk memulai penerbangan. Roket mati setelah mencapai ketinggian dan kecepatan tinggi, memungkinkan mesin penghirup udara mengambil alih.

Pada tahun 2035, pejabat antariksa China berharap untuk menghasilkan jet yang dapat mengangkut sepuluh penumpang di mana saja di Bumi dalam satu jam dengan mesin jet turbo generasi baru yang dapat mencapai kecepatan hingga Mach 4, menggantikan roket dalam penerbangan hipersonik.

Awal tahun ini, China berhasil meluncurkan roket ke luar angkasa yang membawa kendaraan luncur hipersonik yang mengelilingi dunia sebelum bergegas menuju sasarannya, yang diakui oleh pejabat intelijen dan militer AS mengejutkan Washington.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved