Putin Blakblakan Pemerintah Rusia Pernah Diisi Agen-agen CIA

Sabtu, 11 Desember 2021 - 06:16 WIB
loading...
Putin Blakblakan Pemerintah...
Presiden Vladimir Putin blakblakan pemerintah Rusia pernah diisi agen-agen CIA Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa pada 1990-an dan awal 2000-an pemerintah Rusia dipenuhi dengan pekerja Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS). Pemerintah akhirnya harus dibersihkan dan agen-agen intelijen dikirim pulang ke AS.

Berbicara pada pertemuan Dewan Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia pada hari Kamis, Putin menggunakan contoh orang Amerika di dalam pemerintahan Rusia untuk menunjukkan bagaimana negara-negara asing berusaha mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Baca juga: Paus Fransiskus: Seks di Luar Nikah Bukan Dosa Paling Serius

“Pada awal 2000-an, saya sudah membersihkan semua orang, tetapi pada pertengahan 1990-an, kami memiliki, belakangan, kader Badan Intelijen Pusat AS duduk sebagai penasihat dan bahkan pegawai resmi pemerintah Rusia,” kata Putin.

“Mereka kemudian diadili di Amerika Serikat karena melanggar hukum AS dan mengambil bagian dalam privatisasi ketika mereka adalah karyawan CIA yang bekerja untuk kami,” lanjut Presiden Putin, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (11/12/2021).

Menurut Putin, beberapa spesialis Amerika ditempatkan di fasilitas senjata nuklir Rusia dan bahkan duduk di meja dengan bendera AS.

“Mereka tinggal dan bekerja di sana. Mereka tidak membutuhkan alat campur tangan yang begitu halus dalam kehidupan politik kita karena mereka tetap mengendalikan segalanya,” lanjut dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved