Digugat Missouri Terkait Pandemi COVID-19, China Santai

Rabu, 22 April 2020 - 22:50 WIB
loading...
Digugat Missouri Terkait...
China tanggapi santai gugatan negara bagian AS, Missouri, terkait pandemi COVID-19. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China merespons gugatan yang diajukan salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS), Missouri. Beijing dituduh telah menyebabkan pandemi yang sejatinya bisa dicegah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan, tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Tuduhan ini tidak memiliki dasar fakta dan hukum. Ini bukan kepalang absurditas,” kata Geng Shuang pada jumpa pers.

"Penyalahgunaan litigasi semacam itu tidak kondusif untuk respons epidemi di dalam negeri Amerika Serikat dan juga bertentangan dengan kerja sama internasional," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (22/4/2020).

Menurut Shuang, sejak 3 Januari, China secara teratur memberikan pembaruan kepada AS tentang epidemi virus Corona baru yang berasal dari wilayahnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt mengajukan gugatan perdata di pengadilan federal AS terhadap seluruh negara China, menuduhnya membiarkan wabah Covid-19 yang awalnya lokal menjadi global. Sejauh ini menuntut China untuk mengganti setiap kerusakan yang dialami warga Missouri ketika virus menyebar ke seluruh AS.

Missouri adalah negara bagian AS pertama yang mengajukan gugatan seperti itu terhadap China, meskipun beberapa perusahaan swasta AS telah berupaya menuntut Beijing juga.

Tindakan hukum luar biasa diajukan sejalan dengan tudingan Washington bahwa COVID-19 berasal dari laboratorium China. Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump menuduh Beijing menutupi jumlah korban virus Corona yang sebenarnya.

Tudingan Trump mendapat dukungan dari Australia yang menyerukan penyelidikan independen terkait pandemi virus Corona dan cara China menanganinya. Beijing dengan tegas menolak seruan tersebut, meminta AS dan Australia untuk menghormati fakta, sains dan konsensus internasional.

"Mereka perlu menyadari bahwa musuh mereka bukanlah China, tetapi virus," kata juru bicara kementerian luar negeri.

"Menyerang dan mendiskreditkan negara lain tidak akan menghemat waktu dan nyawa," kata diplomat itu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved