Berani Invasi Ukraina, Biden Siap Jatuhkan Sanksi Ekonomi Menyakitkan ke Rusia
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Percakapan dengan Putin diharapkan menjadi salah satu terberat pada kepresidenan Biden dan datang pada saat yang berbahaya. Pejabat intelijen AS telah menetapkan bahwa Rusia telah mengumpulkan 70 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina dan telah membuat persiapan untuk kemungkinan invasi awal tahun depan.
"AS belum menentukan apakah Putin telah membuat keputusan akhir untuk menyerang. Namun, Biden bermaksud menjelaskan kepada pemimpin Rusia bahwa akan ada 'biaya yang sangat nyata' jika Rusia melanjutkan aksi militer," menurut seorang pejabat senior pemerintah yang memberi tahu wartawan dengan syarat anonim.
Sementara itu, jelang pembicaraan dengan Putin, Biden melakukan pembicaraan dengan para pemimpin dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia untuk mengoordinasikan pengiriman pesan dan kemungkinan sanksi.
Baca juga: Bahas Ukraina, Biden dan Putin Berencana Lakukan Konferensi Video
Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pemimpin meminta Rusia untuk menurunkan ketegangan dan setuju bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan untuk menyelesaikan konflik.
"AS belum menentukan apakah Putin telah membuat keputusan akhir untuk menyerang. Namun, Biden bermaksud menjelaskan kepada pemimpin Rusia bahwa akan ada 'biaya yang sangat nyata' jika Rusia melanjutkan aksi militer," menurut seorang pejabat senior pemerintah yang memberi tahu wartawan dengan syarat anonim.
Sementara itu, jelang pembicaraan dengan Putin, Biden melakukan pembicaraan dengan para pemimpin dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia untuk mengoordinasikan pengiriman pesan dan kemungkinan sanksi.
Baca juga: Bahas Ukraina, Biden dan Putin Berencana Lakukan Konferensi Video
Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pemimpin meminta Rusia untuk menurunkan ketegangan dan setuju bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan untuk menyelesaikan konflik.
Lihat Juga :