PM Bennett Puji Pasukan Israel Tembak Mati Pria Palestina yang Terluka
Senin, 06 Desember 2021 - 09:45 WIB
loading...
Perdana Menteri Naftali Bennett memuji pasukan polisi Israel menembak mati pria Palestina yang sudah terluka. Foto/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett memuji aksi pasukan polisi Israel menembak mati pria Palestina yang sudah terluka di Yerusalem Timur. Korban dibunuh karena diduga melakukan serangan pisau pada hari Sabtu.
"Para petugas bertindak luar biasa, persis seperti yang diminta dari para pejuang dalam situasi operasional seperti ini," kata Bennett dalam rapat kabinet pada Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Riset: Indo-Pasifik Berisiko Perang, Indonesia Masuk 9 Besar Terkuat
Pria Palestina, Mohammad Salimah (25), ditembak mati oleh polisi Israel pada hari Sabtu di dekat Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem karena diduga melakukan serangan pisau.
Sebuah video yang diambil oleh aktivis menunjukkan seorang petugas polisi Israel menembak Mohammad Salimah ketika dia sudah tergeletak di tanah.
Video lain menunjukkan petugas polisi Israel dengan senjata terhunus mencegah petugas medis menjangkau korban yang terluka.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyebut pembunuhan Salimah oleh Israel sebagai "eksekusi ekstra-yudisial."
"Para petugas bertindak luar biasa, persis seperti yang diminta dari para pejuang dalam situasi operasional seperti ini," kata Bennett dalam rapat kabinet pada Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Riset: Indo-Pasifik Berisiko Perang, Indonesia Masuk 9 Besar Terkuat
Pria Palestina, Mohammad Salimah (25), ditembak mati oleh polisi Israel pada hari Sabtu di dekat Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem karena diduga melakukan serangan pisau.
Sebuah video yang diambil oleh aktivis menunjukkan seorang petugas polisi Israel menembak Mohammad Salimah ketika dia sudah tergeletak di tanah.
Video lain menunjukkan petugas polisi Israel dengan senjata terhunus mencegah petugas medis menjangkau korban yang terluka.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) menyebut pembunuhan Salimah oleh Israel sebagai "eksekusi ekstra-yudisial."
Lihat Juga :