Google Dituding Dapat Untung dari Penjualan T-shirt yang Mendukung Hamas

Minggu, 05 Desember 2021 - 16:30 WIB
loading...
Google Dituding Dapat...
T-shirt yang bernada mendukung Hamas dan dijual di Google. FOTO/Independent
A A A
LONDON - Sebuah laporan yang dirilis oleh Independent pada Sabtu (4/12/2021) mengungkapkan, bahwa Google telah mengambil keuntungan dari penjualan T-shirt yang memuliakan Hamas . Hal ini terjadi beberapa hari setelah pemerintah Inggris menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris.

Jumat lalu, Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel membuat langkah drastis dalam upaya untuk menindak anti-semitisme, menjadikannya sebagai pelanggaran pidana untuk menjadi anggota Hamas atau bahkan mengenakan pakaian yang menunjukkan afiliasi.

Baca: Meta Hapus Lebih dari 150 Akun Medsos Terkait Hamas

Namun demikian, laporan Independen menemukan bahwa Google telah menampilkan iklan untuk T-shirt bergambar seorang pejuang Hamas dengan pesan "HAMAS ARMY" sejak penetapan faksi penguasa Jalur Gaza itu sebagai organisasi teroris oleh Inggris.

Google telah mengiklankan T-shirt seharga £9,93 (USD13,14), untuk dijual melalui situs web lain, di bagian atas bagian belanja mesin pencarinya. Satu iklan bahkan menyoroti penurunan harga, menunjukkan bahwa T-shirt itu sebelumnya dijual seharga £19,26.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved