Hun Sen Tunjuk Puteranya Jadi Perdana Menteri Kamboja Berikut

Minggu, 05 Desember 2021 - 15:59 WIB
loading...
Hun Sen Tunjuk Puteranya...
Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dan puteranya, Hun Manet. FOTO/RFA
A A A
PHNOM PENH - Perdana Menteri Kamboja , Hun Sen mengatakan, dia mengharapkan putranya Hun Manet (44) untuk menggantikan dia di kantor Perdana Menteri negeri itu. Hun Sen membuat pernyataan itu untuk mengakhiri spekulasi tentang pesaing lain yang mungkin menempati posisi Perdana Menteri Kamboja.

Berbicara pada upacara peletakan batu pertama di Sihanoukville, Hun Sen - yang telah memerintah Kamboja selama lebih dari 35 tahun - mengatakan bahwa sementara orang lain dapat mencalonkan diri untuk jabatan tersebut, putranya mendapat dukungan penuh darinya.

Baca: Hubungan Memburuk, AS Hentikan Program Pelatihan Tentara dengan Kamboja

“Siapa yang berani menentang ini? Hun Sen akan mati suatu hari nanti, jadi mengapa tidak membiarkan putranya mengambil alih?” kata Hun Sen, seperti dikutip dari Radio Free Asia, Jumat (3/12/2021).

Hun Sen mengatakan, dia tidak akan mendukung Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh dan Menteri Dalam Negeri Sar Kheng. Selama ini, keduanya dipandang oleh beberapa orang sebagai calon calon masa depan, untuk naik ke posisinya sendiri. Mereka diharapkan sekarang untuk melanjutkan pekerjaan mereka sampai mereka pensiun.

Sementara Hun Manet, putra tertua Hun Sen dan istrinya Bun Rany, telah diangkat menjadi jenderal bintang tiga di Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja. Dia telah memimpin tentara negara itu sejak 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Begini Suasana Terkini di Gedung Kejagung
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved