Dikunjungi Macron, UEA Borong 80 Jet Tempur Prancis Rp227,7 Triliun

Jum'at, 03 Desember 2021 - 20:58 WIB
loading...
Dikunjungi Macron, UEA Borong 80 Jet Tempur Prancis Rp227,7 Triliun
Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed di Dubai, Jumat (3/12/2021). Uni Emirat Arab membeli 80 unit jet tempur Rafale buatan Prancis. Foto/via Al Arabiya
A A A
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani kontrak senilai €14 miliar (lebih dari Rp227,7 triliun) untuk pembelian 80 pesawat tempur Rafale buatan Prancis, Jumat (3/12/2021). Kesepakatan untuk memborong pesawat tempur sebanyak itu terjadi saat Presiden Emmanuel Macron lawatan ke Abu Dhabi dalam rangkaian tur Teluk.

Itu adalah pesanan internasional terbesar yang pernah dibuat untuk jet tempur Rafale. Dalam kunjungannya, Macron mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed.

Baca juga: Gabungan 4.000 Pangeran, Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Kalahkan Orang Terkaya Sejagat

UEA yang kaya sumber daya, salah satu pelanggan terbesar industri pertahanan Prancis, juga menandatangani pesanan untuk 12 helikopter angkut militer Caracal dengan total tagihan lebih dari €17 miliar.

"Ini adalah hasil dari kemitraan strategis antara kedua negara, mengonsolidasikan kapasitas mereka untuk bertindak bersama demi otonomi dan keamanan mereka," kata kepresidenan Prancis dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Dana kekayaan kedaulatan Mubadala Abu Dhabi juga menjanjikan delapan miliar euro dalam investasi di bisnis Prancis, sementara lisensi galeri seni Louvre cabang Ibu Kota UEA diperpanjang selama 10 tahun hingga 2047.



Menurut laporan Parlemen Prancis, UEA adalah pelanggan terbesar kelima untuk industri pertahanan Prancis dengan nilai 4,7 miliar euro dari 2011-2020.

Prancis telah menghadapi kritik setelah beberapa senjata ini digunakan di Yaman, di mana Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran dalam perang yang telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Kontrak Bersejarah
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2152 seconds (11.252#12.26)