Yaman, Negaranya Para Habib yang Hancur akibat Perang

Kamis, 02 Desember 2021 - 14:06 WIB
loading...
A A A
Pada 2017 dibentuk Dewan Transisi Selatan (STC) oleh faksi-faksi separatis anti-Houthi.

Tahun 2018, STC merebut Aden. Namun, koalisi anti-Houthi terpecah dan bentrokandi antarafaksi-faksi separatis serta dengan pasukan pro-Hadi terus terjadi di selatan Yaman. Ada laporan yang menyebut pasukan-pasukan separatis itu didukung Uni Emirat Arab.

Kekacauan semakin parah dengan munculnya al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan ISIS yang memusuhi semua faksi di Yaman.

Menurut organisasi non-pemerintah; The Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED) yang dikutip Reuters, lebih dari 100.000 orang telah tewas di Yaman, termasuk lebih dari 12.000 warga sipil, serta perkiraan lebih dari 85.000 tewas akibat kelaparan yang berkelanjutan akibat perang.

Pada tahun 2018, PBB memperingatkan bahwa 13 juta warga sipil Yaman menghadapi kelaparan dalam apa yang dikatakannya bisa menjadi "kelaparan terburuk di dunia dalam 100 tahun".

Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz kerap menyalurkan bantuan untuk rakyat sipil Yaman. Meski demikian, operasi militer Koalisi Arab di Yaman belum berhenti hingga sekarang karena Arab Saudi merasa Presiden Hadi sebagai pemimpin sah negara itu yang diakui PBB.

Di sisi lain, Houthi juga tidak menyerah. Kelompok ini terus-menerus merepotkan Arab Saudi dengan serangan rudal balistik dan drone bersenjata.

Belum ada perundingan damai atas krisis Yaman, meski kematian, kelaparan dan penderitaan terus terjadi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved