Elon Musk Ungkap SpaceX Terancam Bangkrut, Ternyata Ini Sebabnya
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:57 WIB
loading...
CEO SpaceX Elon Musk. Foto/REUTERS
A
A
A
FLORIDA - SpaceX yang mempekerjakan 7.000 orang, bernilai lebih dari USD100 miliar. NASA telah memberinya kontrak senilai USD2,9 miliar untuk membuat pendarat bulan yang mampu membawa astronot ke bulan.
Namun, situasi produksi saat ini menghadirkan hambatan yang besar untuk mencapai tujuan tersebut pada tanggal yang diinginkan.
“CEO SpaceX Elon Musk mengirim email gelisah kepada karyawannya pada Jumat, mendorong mereka bekerja di lini mesin Raptor SpaceX selama akhir pekan dan menyebut situasi produksi sebagai krisis," papar laporan Space Explore.
Baca juga: Elon Musk Sesumbar Siap Jual Saham Tesla untuk Atasi Kelaparan Dunia, tapi Ini Syaratnya
Menurut laporan itu, mengutip email internal yang diperoleh, Musk menyatakan perusahaan menghadapi "risiko nyata kebangkrutan" jika produksi mesin baru perusahaan untuk roket Starship tidak meningkat untuk mengakomodasi tingkat penerbangan yang tinggi "setidaknya sekali setiap dua pekan" tahun depan.
Baca juga: AS Akui Berlomba dengan China Bangun Senjata Hipersonik Paling Mematikan
"Krisis produksi Raptor jauh lebih buruk daripada yang terlihat beberapa pekan lalu," tegas Musk.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Masih Tenggak Alkohol Tiap Hari, Ini Minuman Kesukaannya
Musk menjelaskan, "Kita menghadapi risiko kebangkrutan jika kita tidak dapat mencapai tingkat penerbangan Starship setidaknya sekali setiap dua pekan tahun depan."
Namun, situasi produksi saat ini menghadirkan hambatan yang besar untuk mencapai tujuan tersebut pada tanggal yang diinginkan.
“CEO SpaceX Elon Musk mengirim email gelisah kepada karyawannya pada Jumat, mendorong mereka bekerja di lini mesin Raptor SpaceX selama akhir pekan dan menyebut situasi produksi sebagai krisis," papar laporan Space Explore.
Baca juga: Elon Musk Sesumbar Siap Jual Saham Tesla untuk Atasi Kelaparan Dunia, tapi Ini Syaratnya
Menurut laporan itu, mengutip email internal yang diperoleh, Musk menyatakan perusahaan menghadapi "risiko nyata kebangkrutan" jika produksi mesin baru perusahaan untuk roket Starship tidak meningkat untuk mengakomodasi tingkat penerbangan yang tinggi "setidaknya sekali setiap dua pekan" tahun depan.
Baca juga: AS Akui Berlomba dengan China Bangun Senjata Hipersonik Paling Mematikan
"Krisis produksi Raptor jauh lebih buruk daripada yang terlihat beberapa pekan lalu," tegas Musk.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Masih Tenggak Alkohol Tiap Hari, Ini Minuman Kesukaannya
Musk menjelaskan, "Kita menghadapi risiko kebangkrutan jika kita tidak dapat mencapai tingkat penerbangan Starship setidaknya sekali setiap dua pekan tahun depan."
Lihat Juga :