Trump Minta 10 Ribu Pasukan Ditempatkan di Washington
Minggu, 07 Juni 2020 - 13:11 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump sempat meminta 10 ribu pasukan ditempatkan di Washington. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta militer untuk segera menempatkan 10 ribu pasukan di jalan-jalan Washington untuk meredam aksi demonstrasi di depan Gedung Putih dan Ibu Kota beberapa hari lalu. Namun Jaksa Agung William Barr, Menteri Pertahanan Mark Esper dan Ketua Gabungan Mark Milley keberatan dengan permintaan itu.
Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior pemerintah, seperti dikutip dari CBS News, Minggu (7/6/2020).
"Dalam upaya untuk memenuhi permintaan Trump, Esper dan Milley menelepon gubernur negara bagian pagi itu untuk meminta mereka mengerahkan Garda Nasional di negara bagian mereka sendiri," kata pejabat itu.
"Jika para gubernur ini tidak memanggil Garda Nasional, kami akan memiliki pasukan (tugas aktif) di seluruh negeri," sambung pejabat.
Pejabat itu mengatakan pada hari yang sama, Pentagon mulai membawa 1.600 pasukan aktif ke pangkalan di luar Distrik Columbia. Menjelang sore, Esper dan Milley sedang dalam perjalanan menuju kantor lapangan FBI di Washington, tempat pusat komando militer dan penegakan hukum menanggapi aksi protes tersebut. Dalam perjalanan, mereka menerima telepon untuk datang ke Gedung Putih untuk memberi Presiden update terbaru. (Baca: Demonstrasi Memanas, Pentagon Pindahkan 1.600 Tentara ke Washington )
Namun mereka tidak memberi penjelasan singkat kepada presiden, tetapi mereka diminta untuk tetap tinggal di saat Trump berpidato di Rose Garden dan kemudian menemaninya berjalan-jalan melintasi Lafayette Park ke Gereja St. John.
"Milley yang telah mengenakan pakaian seragam di pagi hari tetapi berubah menjadi seragam tempur karena dia tahu itu akan menjadi malam yang panjang di pusat komando FBI," kata pejabat itu. Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa tujuan dari jalan-jalan itu adalah untuk membuat foto di depan gereja.
Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior pemerintah, seperti dikutip dari CBS News, Minggu (7/6/2020).
"Dalam upaya untuk memenuhi permintaan Trump, Esper dan Milley menelepon gubernur negara bagian pagi itu untuk meminta mereka mengerahkan Garda Nasional di negara bagian mereka sendiri," kata pejabat itu.
"Jika para gubernur ini tidak memanggil Garda Nasional, kami akan memiliki pasukan (tugas aktif) di seluruh negeri," sambung pejabat.
Pejabat itu mengatakan pada hari yang sama, Pentagon mulai membawa 1.600 pasukan aktif ke pangkalan di luar Distrik Columbia. Menjelang sore, Esper dan Milley sedang dalam perjalanan menuju kantor lapangan FBI di Washington, tempat pusat komando militer dan penegakan hukum menanggapi aksi protes tersebut. Dalam perjalanan, mereka menerima telepon untuk datang ke Gedung Putih untuk memberi Presiden update terbaru. (Baca: Demonstrasi Memanas, Pentagon Pindahkan 1.600 Tentara ke Washington )
Namun mereka tidak memberi penjelasan singkat kepada presiden, tetapi mereka diminta untuk tetap tinggal di saat Trump berpidato di Rose Garden dan kemudian menemaninya berjalan-jalan melintasi Lafayette Park ke Gereja St. John.
"Milley yang telah mengenakan pakaian seragam di pagi hari tetapi berubah menjadi seragam tempur karena dia tahu itu akan menjadi malam yang panjang di pusat komando FBI," kata pejabat itu. Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa tujuan dari jalan-jalan itu adalah untuk membuat foto di depan gereja.
Lihat Juga :