Uganda Anggap Hoaks Bandara Satu-satunya Diambil Alih China karena Gagal Bayar Utang
Selasa, 30 November 2021 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar lokal, The Monitor, melaporkan Uganda sedang berusaha untuk mengubah perjanjian pinjaman yang ditandatangani dengan China pada tahun 2015 untuk memastikan pemerintah tidak kehilangan kendali atas satu-satunya bandara internasional negara itu. Laporan itu mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Di antara klausul yang ingin diubah pemerintah Uganda, lanjut laporan The Monitor, adalah perlunya Otoritas Penerbangan Sipil Uganda untuk meminta persetujuan dari pemberi pinjaman China untuk anggaran dan rencana strategisnya.
Aturan lain mengamanatkan bahwa setiap perselisihan antara para pihak harus diselesaikan oleh Komisi Arbitrase Ekonomi dan Perdagangan Internasional China.
Dalam perjanjian awal, pinjaman USD200 juta harus dibayar selama 20 tahun dan Uganda masih dalam masa tenggang tujuh tahun.
Kemajuan pekerjaan bandara yang dibangun pada tahun 1972 ini telah mencapai 75,2 persen, dengan dua landasan pacu telah mencapai penyelesaian keseluruhan 100 persen.
Bandara Internasional Entebbe menangani lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun.
Di antara klausul yang ingin diubah pemerintah Uganda, lanjut laporan The Monitor, adalah perlunya Otoritas Penerbangan Sipil Uganda untuk meminta persetujuan dari pemberi pinjaman China untuk anggaran dan rencana strategisnya.
Aturan lain mengamanatkan bahwa setiap perselisihan antara para pihak harus diselesaikan oleh Komisi Arbitrase Ekonomi dan Perdagangan Internasional China.
Dalam perjanjian awal, pinjaman USD200 juta harus dibayar selama 20 tahun dan Uganda masih dalam masa tenggang tujuh tahun.
Kemajuan pekerjaan bandara yang dibangun pada tahun 1972 ini telah mencapai 75,2 persen, dengan dua landasan pacu telah mencapai penyelesaian keseluruhan 100 persen.
Bandara Internasional Entebbe menangani lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun.
Lihat Juga :