Perburuk Penyebaran Virus Corona, Polisi AS Diminta Setop Gunakan Zat Kimia
Minggu, 07 Juni 2020 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi rasial di AS pecah di tengah pandemi virus Corona. AS sendiri adalah negara yang paling terdampak oleh pandemi global itu. Negara adidaya itu adalah negara dengan kasus infeksi terbanyak dan korban meninggal tertinggi di dunia.
Hingga saat ini jumlah kasus infeksi Covid-19 di AS tercatat mencapai 1.988.544 dengan jumlah kematian mencapai 112.096.
Aksi protes pembunuhan George Floyd , seorang pria kulit hitam tak bersenjata, oleh polisi kulit putih telah memasuki hari ke-13 di kota-kota di seluruh AS.
Sebuah video yang memperlihatkan perwira polisi kulit putih Derek Chauvin menekan lututnya di leher Floyd selama delapan menit ketika dia terengah-engah mengatakan "Aku tidak bisa bernapas", telah memicu aksi demonstrasi terbesar melawan ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di AS sejak 1960-an. (Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS )
Banyak pengunjuk rasa menentang jam malam yang diberlakukan oleh otoritas AS, tetapi sebagian besar telah berdemonstrasi secara damai.
Hingga saat ini jumlah kasus infeksi Covid-19 di AS tercatat mencapai 1.988.544 dengan jumlah kematian mencapai 112.096.
Aksi protes pembunuhan George Floyd , seorang pria kulit hitam tak bersenjata, oleh polisi kulit putih telah memasuki hari ke-13 di kota-kota di seluruh AS.
Sebuah video yang memperlihatkan perwira polisi kulit putih Derek Chauvin menekan lututnya di leher Floyd selama delapan menit ketika dia terengah-engah mengatakan "Aku tidak bisa bernapas", telah memicu aksi demonstrasi terbesar melawan ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di AS sejak 1960-an. (Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS )
Banyak pengunjuk rasa menentang jam malam yang diberlakukan oleh otoritas AS, tetapi sebagian besar telah berdemonstrasi secara damai.
(ber)
Lihat Juga :