Bos Media China: PKC Akan Hidup Lebih Lama dari AS

Jum'at, 26 November 2021 - 00:15 WIB
loading...
A A A
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pihak bank pada hari Rabu, Dimon kemudian menarik pernyataan tersebut.

"Saya menyesal dan seharusnya tidak membuat komentar itu. Saya mencoba untuk menekankan kekuatan dan umur panjang perusahaan kami," jelasnya.

Baca juga: Biden Tak Undang Rusia dan China ke KTT Demokrasi, Kremlin: AS Memecah Belah

Dalam klarifikasi lain, CEO JPMorgan mengatakan: "Tidak pernah benar untuk bercanda atau merendahkan sekelompok orang, apakah itu sebuah negara, kepemimpinannya, atau bagian dari masyarakat dan budaya. Berbicara dengan cara itu dapat menghilangkan kesan konstruktif dan dialog yang bijaksana dalam masyarakat, yang dibutuhkan sekarang lebih dari sebelumnya."

Menanggapi permintaan maaf Dimon, Hu mengatakan di Weibo: "PKC jauh lebih sukses di bidangnya daripada JPMorgan di bidangnya sendiri. Sebagai anggota PKC, saya dapat memahami bahwa mereka ingin mengasosiasikan diri mereka dengan popularitas PKC."

Pada bulan Agustus, pemerintah China memberikan JPMorgan kepemilikan asing penuh yang belum pernah terjadi sebelumnya atas sebuah pialang sekuritas — sebuah tanda pengaruh bank di mata para perencana keuangan negara itu dan indikasi lain dari kepentingan keuangan utama Amerika di pasar China.

Wawancara luas Dimon pada hari Selasa juga termasuk petunjuk yang tidak terlalu halus tentang keamanan finansial China di masa depan dan hubungannya dengan ambisi geopolitik kepemimpinan PKC yang lebih luas di kawasan terkait dengan Taiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Argentina Lolos ke Semifinal...
Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss 3-1 Lewat Extra Time
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
Berita Terkini
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved