PM Inggris: Dunia Tak Punya Cukup Waktu Hentikan Program Nuklir Iran
Rabu, 24 November 2021 - 22:20 WIB
loading...
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri Inggris , Boris Johnson mengatakan pada Selasa (23/11/2021), bahwa dunia "tidak punya cukup waktu" untuk menghentikan program nuklir Iran . Johnson membuat komentar itu selama kunjungan Presiden Israel , Isaac Herzog ke Downing Street.
Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (24/11/2021), Johnson menambahkan bahwa kunjungan Herzog ke Inggris adalah "kesaksian penting untuk kekuatan hubungan" dengan Israel. Sementara Herzog menyatakan harapannya, bahwa negara-negara yang akan bernegosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya akan bersikap "keras" dengan Teheran.
Baca: Boris Johnson Umumkan Berakhirnya Misi Militer Inggris di Afghanistan
"Bersikaplah sekuat mungkin, karena kami tidak percaya bahwa mereka beroperasi dengan cara yang bonafide, dan hanya jika semua opsi ada di meja, semuanya dapat bergerak ke arah yang benar," kata Herzog kepada Johnson.
Pejabat Israel itu kemudian berterima kasih kepada pemerintah Inggris atas keputusannya untuk menyatakan Hamas secara keseluruhan sebagai "organisasi teror". Menurut Johnson, meskipun keputusan itu "kontroversial", itu pada akhirnya benar.
Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (24/11/2021), Johnson menambahkan bahwa kunjungan Herzog ke Inggris adalah "kesaksian penting untuk kekuatan hubungan" dengan Israel. Sementara Herzog menyatakan harapannya, bahwa negara-negara yang akan bernegosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya akan bersikap "keras" dengan Teheran.
Baca: Boris Johnson Umumkan Berakhirnya Misi Militer Inggris di Afghanistan
"Bersikaplah sekuat mungkin, karena kami tidak percaya bahwa mereka beroperasi dengan cara yang bonafide, dan hanya jika semua opsi ada di meja, semuanya dapat bergerak ke arah yang benar," kata Herzog kepada Johnson.
Pejabat Israel itu kemudian berterima kasih kepada pemerintah Inggris atas keputusannya untuk menyatakan Hamas secara keseluruhan sebagai "organisasi teror". Menurut Johnson, meskipun keputusan itu "kontroversial", itu pada akhirnya benar.
Lihat Juga :