Australia Resmi Tetapkan Hizbullah sebagai Organisasi Teroris

Rabu, 24 November 2021 - 11:05 WIB
loading...
Australia Resmi Tetapkan...
Pasukan Hizbullah berpawai di Beirut, Lebanon. Foto/REUTERS
A A A
CANBERRA - Australia secara resmi menetapkan Hizbullah Lebanon sebagai organisasi teroris. Australia juga memperluas larangannya terhadap sayap militer kelompok itu ke seluruh organisasi.

“Kelompok Hizbullah terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Karen Andrews.

Dia menambahkan kelompok Syiah yang didukung Iran itu merupakan ancaman “nyata dan kredibel” bagi Australia.

Baca juga: Pangeran Faisal bin Mussaid, Jual Narkoba dan Bunuh Raja Arab Saudi

Amerika Serikat (AS) telah lama memasukkan Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Baca juga: Dokumen Teori Relativitas Albert Einstein Terjual Seharga Rp176 Miliar

Sementara itu, Australia baru menetapkan sayap militer kelompok Syiah Lebanon sebagai organisasi teroris sejak 2003.

Baca juga: Cendekiawan Kristen Rusia Peringatkan Yoga Bisa Jadi Pintu Masuk Kerusakan Spiritual

Hizbullah didirikan Garda Revolusi Iran pada 1982 untuk melawan pasukan Israel yang menginvasi Lebanon tahun itu.

Kelompok Syiah sejak itu tumbuh dalam kekuasaan Lebanon, dipersenjatai dan dibiayai oleh Teheran.

Hizbullah sekarang memiliki pengaruh besar atas politik Lebanon. Krisis politik dan ekonomi yang terus melanda Lebanon membuat pengaruh Hizbullah semakin kuat.

Yang terbaru, Hizbullah mendatangkan bahan bakar minyak dari Iran ke Lebanon meski mendapat kritik dari berbagai pihak. Saat ini Lebanon mengalami krisis bahan bakar yang berpengaruh ke berbagai sektor.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved