Profil Algojo Arab Saudi Abdallah bin Said, Pemenggal Kepala Banyak Narapidana

Selasa, 23 November 2021 - 15:09 WIB
loading...
Profil Algojo Arab Saudi...
Algojo Arab Saudi Abdallah bin Said. Foto/YouTube/MEMRITVVideos
A A A
RIYADH - Profil algojo Arab Saudi Abdallah bin Said sangat menarik untuk dibahas. Abdallah adalah salah satu algojo paling terkenal di Arab Saudi.

Dia sangat disegani di bidang eksekusi para terpidana kejahatan di Arab Saudi yang divonis hukuman pancung.

Abdallah merupakan salah satu algojo yang terkenal di Arab Saudi. Abdallah adalah salah satu algojo yang ditempatkan di Kota Mekkah sesuai tugas yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Dia bertugas memancung para terpidana yang sudah divonis pengadilan.

Baca juga: Rusia Waswas Ukraina Gunakan Roket AS untuk Provokasi Perang di Donbass

Khusus Kota Mekkah sendiri, ada 6 algojo yang ditugaskan pemerintah Arab Saudi. Abdallah sendiri memulai tugas pertama sebagai algojo pada 1991. Pria kelahiran 1959 ini diangkat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi di usianya yang ke-32 tahun.

Baca juga: Mantan Presiden Korsel Chun yang Dijuluki Penjagal Gwangju Meninggal Dunia

Abdallah diangkat menjadi algojo sekitar 1 pekan setelah ayahnya meninggal dunia. Ayahnya, Said Al Bishi juga seorang algojo Arab Saudi. Dia langsung ditunjuk menggantikan ayahnya untuk menjadi algojo pada 1991.

Baca juga: Joe Biden Nekat Maju Lagi pada Pemilu 2024 Meski Popularitas Terpuruk

Pada hari kerja pertamanya, dia langsung dihadapkan dengan terdakwa vonis pancung oleh pengadilan setempat.

Dia mendapat tugas memancung 3 orang. Sejak saat itu, dia menjadi terkenal sebagai algojo di Arab Saudi, selain karena mewarisi pekerjaan dari ayahnya.

Ketika Abdallah masih kecil, dia sudah sering melihat ayahnya melakukan eksekusi pancung. Dia sudah sering melihat hukuman pancung sejak kecil.

Dia juga pernah diajak ayahnya melihat temannya melakukan hukuman pancung sehingga membuatnya menjadi lebih hati-hati ke depannya, apalagi jika menyangkut masalah nyawa orang lain.

Hukum di Arab Saudi memang menerapkan hukuman pancung untuk kasus pembunuhan. Terpidana yang terbukti membunuh orang lain harus mendapatkan hukuman setimpal.

Jika terpidana dimaafkan, maka terpidana harus membayar sejumlah uang pada keluarga korban yang memaafkan dan meminta ganti rugi.

Namun, jika tidak mendapat maaf dari keluarga korban, maka terpidana harus membayarnya dengan nyawanya dengan cara dipancung di depan publik.

Abdallah mengaku tidak merasa aneh ketika akan memancung terpidana mati. Dia tidak merasakan perbedaan terpidana mati baik laki-laki atau perempuan.

Dia hanya menjalankan tugas sesuai amanah dari pemerintah Arab Saudi yang diberikan kepadanya.

Abdallah mengaku sering memenggal kepala teman yang dia kenal dekat. Dia juga menegaskan tidak boleh merasa iba karena akan membuatnya gagal menjalankan tugas memenggal kepala terpidana mati.

Hukum di Arab Saudi memang sangat menghargai nyawa manusia. Jika ada orang yang terbunuh oleh orang lain, maka si pembunuh akan diadili dan dihukum dengan 2 pilihan hukuman. Hal ini membuat banyak orang harus berpikir ribuan kali jika ingin membunuh orang lain.

Abdallah melakukan hukuman dengan sekali tebas. Dan terpidana mati tidak dibius dengan obat apapun.

Itu artinya, terpidana mati bisa merasakan sakitnya kepalanya ditebas walau hanya sepersekian detik karena lehernya pasti langsung putus ketika pedang algojo sudah menebasnya.

Hukuman pancung di Arab Saudi juga dilakukan di tempat umum. Hal ini bertujuan memberi pelajaran kepada masyarakat umum agar tidak bermain-main dengan nyawa orang lain. Hukuman itu membuat masyarakat Arab Saudi sangat berhati-hati jika berurusan dengan nyawa orang.

Abdallah juga mengakui pekerjaan sebagai algojo di Arab Saudi ini juga menurun ke anaknya. Anak pertamanya, Badr, juga sudah dilatih menjadi algojo di Arab Saudi. Badr kini ditempatkan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sebagai algojo di kota Riyadh.

Kisah Abdallah sebagai algojo Arab Saudi ini memberikan pelajaran bahwa ada pekerjaan yang tidak semua orang bisa melakukannya, salah satunya adalah algojo ini.

Dan pekerjaan sebagai algojo di Arab Saudi juga menjadi pekerjaan yang jarang ada di dunia ini karena tidak sembarang orang bisa menjadi algojo di Arab Saudi seperti Abdallah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved