Pakistan Lanjutkan Upaya Modernisasi Kendaraan Lapis Baja
Minggu, 21 November 2021 - 21:00 WIB
loading...
Parade kendaraan lapis baja Pakistan. FOTO/Reuters
A
A
A
ISLAMABAD - Upaya modernisasi kendaraan lapis baja militer Pakistan semakin matang, di tengah perseteruan dengan musuh bebuyutan, India dan jauh dari operasi melawan kelompok militan TTP, atau dikenal sebagai Tehrik-e Taliban Pakistan.
Seperti dilaporkan Defense News, Sabtu (20/11/2021), India telah memesan tank T-90MS canggih, membangun armada besar tank T-90A dan meningkatkan sebagian besar tank T-72M1. Pakistan pun menyikapinya dengan akuisisi dan program upgrade untuk jenis kendaraan baru dan integrasi medan yang lebih baik.
Baca: Coba Imbangi India, Pakistan Siap Operasikan Kapal Fregat Baru Buatan China
Meskipun akuisisi tingkat rendah berlanjut selama kampanye TTP, penulis, analis dan mantan atase pertahanan Australia untuk Islamabad, Brian Cloughley menjelaskan, bahwa kebutuhan menuntut program yang lebih besar untuk dikurangi atau dibekukan.
“Ekspansi Taliban dan aktivitas militan lainnya, khususnya di daerah di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan berat, memfokuskan tentara pada COIN (kontra-pemberontakan). Itu adalah keputusan anggaran, didukung oleh pragmatisme taktis,” katanya.
Seperti dilaporkan Defense News, Sabtu (20/11/2021), India telah memesan tank T-90MS canggih, membangun armada besar tank T-90A dan meningkatkan sebagian besar tank T-72M1. Pakistan pun menyikapinya dengan akuisisi dan program upgrade untuk jenis kendaraan baru dan integrasi medan yang lebih baik.
Baca: Coba Imbangi India, Pakistan Siap Operasikan Kapal Fregat Baru Buatan China
Meskipun akuisisi tingkat rendah berlanjut selama kampanye TTP, penulis, analis dan mantan atase pertahanan Australia untuk Islamabad, Brian Cloughley menjelaskan, bahwa kebutuhan menuntut program yang lebih besar untuk dikurangi atau dibekukan.
“Ekspansi Taliban dan aktivitas militan lainnya, khususnya di daerah di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan berat, memfokuskan tentara pada COIN (kontra-pemberontakan). Itu adalah keputusan anggaran, didukung oleh pragmatisme taktis,” katanya.
Lihat Juga :