Prancis Peringatkan Iran: Jangan Bersikap Palsu dalam Negosiasi Nuklir
Sabtu, 20 November 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan tersebut menyoroti meningkatnya ketegangan sebelum AS, Iran, dan kekuatan dunia melanjutkan negosiasi tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan pada 29 November, lima hari setelah pertemuan Dewan Gubernur IAEA.
Para diplomat Barat mengatakan, waktu hampir habis untuk menghidupkan kembali pakta itu, yang ditinggalkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018, mengecewakan kekuatan dunia lain yang terlibat—Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia.
Enam putaran pembicaraan tidak langsung diadakan antara April dan Juni. Negosiasi terhenti setelah pemilihan Presiden baru Iran Ebrahim Raisi, yang mengatakan Iran tidak akan mundur dalam pembicaraan.
Utusan AS untuk Iran memperingatkan bahwa Teheran mendekati titik tidak bisa kembali untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir, setelah Iran meningkatkan stok uranium yang diperkaya sebelum pembicaraan dilanjutkan bulan ini.
Para diplomat Barat mengatakan, waktu hampir habis untuk menghidupkan kembali pakta itu, yang ditinggalkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018, mengecewakan kekuatan dunia lain yang terlibat—Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia.
Enam putaran pembicaraan tidak langsung diadakan antara April dan Juni. Negosiasi terhenti setelah pemilihan Presiden baru Iran Ebrahim Raisi, yang mengatakan Iran tidak akan mundur dalam pembicaraan.
Utusan AS untuk Iran memperingatkan bahwa Teheran mendekati titik tidak bisa kembali untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir, setelah Iran meningkatkan stok uranium yang diperkaya sebelum pembicaraan dilanjutkan bulan ini.
(esn)
Lihat Juga :