AS Tak Ingin Akui Presiden Putin setelah 2024, Rusia Marah
Sabtu, 20 November 2021 - 00:03 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Para anggota Kongres AS ajukan resolusi untuk akhiri pengakuan Amerika atas Putin sebagai presiden Rusia setelah 2024. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Kremlin marah dengan resolusi para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) yang mendorong Washington untuk tidak mengakui Vladimir Putin sebagai presiden Rusia setelah 2024. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan insiatif itu tidak dapat diterima.
"Tentu saja, kami melihat [resolusi ini]. Setiap kali bagi kami tampaknya tidak ada yang lebih konyol, tidak ada yang lebih agresif, tidak ramah, dan tidak konstruktif dari sisi lain lautan yang bisa datang. Dan setiap kali kami salah," kata Peskov, Jumat (19/11/2021).
Baca juga: Istri Cantik Raja Narkoba Meksiko El Chapo Dituntut 4 Tahun Penjara di AS
Peskov menyebutkan bahwa tindakan para politisi Amerika itu adalah kasus lain dari campur tangan AS dalam urusan negara lain.
"Kami menganggap inisiatif anggota Kongres seperti itu tidak dapat diterima. Kami menganggap ini sebagai campur tangan dalam urusan kami. Dan kami yakin bahwa hanya orang Rusia yang dapat menentukan siapa yang akan menjadi presiden Federasi Rusia dan kapan," imbuh Peskov, seperti dilansir Reuters.
"Tentu saja, kami melihat [resolusi ini]. Setiap kali bagi kami tampaknya tidak ada yang lebih konyol, tidak ada yang lebih agresif, tidak ramah, dan tidak konstruktif dari sisi lain lautan yang bisa datang. Dan setiap kali kami salah," kata Peskov, Jumat (19/11/2021).
Baca juga: Istri Cantik Raja Narkoba Meksiko El Chapo Dituntut 4 Tahun Penjara di AS
Peskov menyebutkan bahwa tindakan para politisi Amerika itu adalah kasus lain dari campur tangan AS dalam urusan negara lain.
"Kami menganggap inisiatif anggota Kongres seperti itu tidak dapat diterima. Kami menganggap ini sebagai campur tangan dalam urusan kami. Dan kami yakin bahwa hanya orang Rusia yang dapat menentukan siapa yang akan menjadi presiden Federasi Rusia dan kapan," imbuh Peskov, seperti dilansir Reuters.
Lihat Juga :