Biden: AS Sedang Pertimbangkan Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

Jum'at, 19 November 2021 - 05:30 WIB
loading...
Biden: AS Sedang Pertimbangkan...
Olimpiade Beijing 2022. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing. Ini adalah sebuah langkah yang akan ditujukan untuk memprotes catatan hak asasi manusia China, termasuk apa yang dikatakan Washington sebagai genosida terhadap minoritas Muslim.

"Sesuatu yang kami pertimbangkan," kata Presiden AS, Joe Biden ketika ditanya apakah boikot diplomatik sedang dipertimbangkan saat dia duduk untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Kamis (18/11/2021).

Baca: Luar Biasa! China Kalahkan AS sebagai Negara Terkaya di Dunia

Sementara itu, Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, bahwa pertimbangan AS atas boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin didorong oleh kekhawatiran tentang praktik hak asasi manusia di provinsi Xinjiang.

"Ada area yang kami khawatirkan: pelanggaran hak asasi manusia. Kami memiliki keprihatinan serius,” kata Psaki. "Tentu saja ada berbagai faktor saat kami melihat seperti apa kehadiran kami nanti. Saya ingin memberikan ruang kepada presiden untuk membuat keputusan," lanjutnya.

Sumber yang mengetahui pemikiran pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa ada konsensus yang berkembang di Gedung Putih bahwa mereka harus menjauhkan pejabat AS dari Olimpiade.

Baca: Laporan Badan Kongres AS: Militer China Akan Segera Serang Taiwan

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Washington sedang berbicara dengan negara-negara di seluruh dunia tentang "bagaimana mereka berpikir tentang partisipasi," tetapi meninggalkan tenggat waktu untuk keputusan yang tidak jelas.

Boikot diplomatik akan berarti bahwa pejabat AS tidak akan menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada bulan Februari tahun depan. Keputusan AS untuk tidak mengirim diplomat akan menjadi teguran bagi Presiden China Xi Jinping, hanya beberapa hari setelah Xi dan Biden berupaya meredakan ketegangan dalam pertemuan puncak virtual, pembicaraan ekstensif pertama mereka sejak Biden menjabat pada Januari.

Aktivis dan anggota Kongres dari kedua partai telah menekan pemerintahan Biden untuk memboikot secara diplomatis acara tersebut, mengingat pemerintah AS menuduh China melakukan genosida terhadap kelompok etnis Muslim di wilayah Xinjiang barat, sesuatu yang dibantah Beijing.

Baca: AS dan China Berseteru, Begini Suasana Biden dan Xi Jinping Bicara via Video

Pada bulan Oktober lalu, sekelompok senator AS bipartisan mengusulkan amandemen undang-undang kebijakan pertahanan tahunan yang akan melarang Departemen Luar Negeri AS membelanjakan dana federal untuk "mendukung atau memfasilitasi" kehadiran pegawai pemerintah AS di Olimpiade.

Ketua DPR Demokrat Nancy Pelosi juga menyerukan boikot diplomatik, dengan mengatakan para pemimpin global yang hadir akan kehilangan otoritas moral mereka. Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah menyerukan boikot total terhadap Olimpiade.

Senator Tom Cotton dari Arkansas mengatakan pada konferensi pers pada hari Kamis bahwa boikot diplomatik dari apa yang disebutnya "Olimpiade genosida" akan "terlalu sedikit, terlalu terlambat" dan mengatakan tidak ada atlet AS, pejabat, atau sponsor perusahaan AS yang boleh ambil bagian.

Nikki Haley, mantan duta besar AS dari Partai Republik untuk PBB, juga telah menyerukan boikot total, dengan mengatakan bahwa kehadiran akan mengirim pesan bahwa Amerika bersedia menutup mata terhadap genosida.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Berita Terkini
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved