Pakistan Kecam Larangan Salat Jumat di Negara Bagian India

Rabu, 17 November 2021 - 21:30 WIB
loading...
Pakistan Kecam Larangan...
Umat Muslim India. FOTO/Fair Planet
A A A
ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan mengutuk keras pembatasan salat Jumat dan serangan terhadap tempat-tempat ibadah Muslim di India . Islamabad mendesak masyarakat internasional untuk memperhatikan meningkatnya Islamofobia, serangan kekerasan terhadap Muslim di India

Dalam sebuah pernyataan, Rabu (17/11/2021), Kementerian Luar Negeri Pakistan mengklaim pembatasan salat Jumat dilakukan oleh partai nasionalis Hindu yang berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP), di Haryana.

Baca: Coba Imbangi India, Pakistan Siap Operasikan Kapal Fregat Baru Buatan China

“Kami juga sangat prihatin atas berlanjutnya perusakan masjid dan serangan terhadap tempat-tempat salat Muslim oleh ekstremis Sangh Parivar dengan keterlibatan negara bagian Uttar Pradesh dan Haryana yang dikuasai BJP,” kata Asim Iftikhar Ahmad, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

“Dalam tindakan menjijikan lainnya terhadap tempat-tempat keagamaan Muslim, kelompok radikal Hindu dilaporkan membuang kotoran sapi di beberapa tempat salat Jumat,” tambahnya.

Selama sebulan, kelompok Hindu sayap kanan di distrik Gurugram Haryana, berdekatan dengan ibu kota New Delhi, berusaha untuk melarang umat Islam melakukan salat Jumat di lokasi yang ditentukan pemerintah.

Baca: Pakistan Klaim Usir Kapal Selam India

Pada 29 Oktober, polisi setempat menangkap beberapa pekerja kelompok Hindu sayap kanan di Gurugram setelah mereka mencoba mengganggu salat. Kemudian pada 2 November, pemerintah daerah Gurugram mencabut izin salat Jumat di delapan dari 37 lokasi karena keberatan dari penduduk setempat, harian lokal The Indian Express melaporkan.

Serangan kekerasan terbaru terhadap Muslim dimulai bulan lalu dari negara bagian Tripura di timur laut India ketika gerombolan radikal Hindu merusak tempat ibadah dan toko Muslim. Menurut Asosiasi Perlindungan Hak Sipil, sebuah kelompok hak-hak sipil, setidaknya 16 masjid dirusak dan rumah serta toko milik Muslim dibakar di Tripura bulan lalu.

Kelompok itu mengatakan setidaknya ada 27 insiden massa sayap kanan yang dikonfirmasi menyerang masjid, rumah, dan individu di wilayah Muslim. “Serangan tidak masuk akal terhadap Muslim dan tempat ibadah, rumah, dan bisnis mereka terus berlanjut di Tripura, meskipun ada kekhawatiran internasional,” tambah pernyataan tersebut.

Baca: Pakistan Operasikan Sistem Rudal Canggih HQ-9/P, Pesaing Patriot AS dan S-300 Rusia

Ditambahkan pula, negara-negara bagian yang diperintah BJP telah menangkap ratusan orang, termasuk advokat dan jurnalis terkenal, di bawah undang-undang kejam seperti Undang-Undang Kegiatan (Pencegahan) yang Melanggar Hukum karena mengangkat suara menentang pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan sistematis terhadap minoritas khususnya Muslim.

“Kelompok Hindu sayap kanan yang berafiliasi dengan BJP juga melakukan serangan kekerasan dan menghancurkan toko-toko Muslim, masjid, dan tempat suci di negara bagian Maharashtra,” lanjutnya.

Islamabad meminta masyarakat internasional untuk memperhatikan tumbuhnya Islamofobia dan serangan kekerasan terhadap Muslim di India dan mengambil langkah segera untuk melindungi minoritas dan tempat ibadah mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved