Paus Ucapkan Terima Kasih pada Jurnalis karena Ungkap Skandal Seks Gereja
Senin, 15 November 2021 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Skandal pelecehan seksual menjadi berita utama pada tahun 2002, ketika harian Amerika Serikat, The Boston Globe menulis serangkaian artikel yang mengungkap pola pelecehan anak di bawah umur oleh para pendeta dan budaya penyembunyian yang meluas di dalam Gereja.
Sejak itu, berbagai skandal telah mengguncang Gereja di banyak negara. Yang terbaru di Prancis, di mana sebuah penyelidikan besar menemukan pada bulan Oktober bahwa para pendeta Prancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak selama 70 tahun terakhir.
Baca: Bercanda, Paus Sebut Beberapa Orang Menginginkannya Mati
Para kritikus menuduh Paus Fransiskus menanggapi dengan terlalu lambat skandal tersebut, setelah ia menjadi Paus pada tahun 2013 dan mempercayai kata-kata rekan klerusnya daripada kata-kata para korban pelecehan.
Tetapi pada tahun 2018, Paus Fransiskus mencoba untuk mengatasi kesalahan masa lalu. Secara terbuka ia mengakui bahwa dia salah tentang sebuah kasus di Chili dan bersumpah bahwa Gereja tidak akan pernah lagi berusaha menutupi kesalahan seperti itu. Pada tahun 2019 ia menyerukan “pertempuran habis-habisan” melawan kejahatan yang harus “dihapus dari muka bumi.”
Sejak itu, berbagai skandal telah mengguncang Gereja di banyak negara. Yang terbaru di Prancis, di mana sebuah penyelidikan besar menemukan pada bulan Oktober bahwa para pendeta Prancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak selama 70 tahun terakhir.
Baca: Bercanda, Paus Sebut Beberapa Orang Menginginkannya Mati
Para kritikus menuduh Paus Fransiskus menanggapi dengan terlalu lambat skandal tersebut, setelah ia menjadi Paus pada tahun 2013 dan mempercayai kata-kata rekan klerusnya daripada kata-kata para korban pelecehan.
Tetapi pada tahun 2018, Paus Fransiskus mencoba untuk mengatasi kesalahan masa lalu. Secara terbuka ia mengakui bahwa dia salah tentang sebuah kasus di Chili dan bersumpah bahwa Gereja tidak akan pernah lagi berusaha menutupi kesalahan seperti itu. Pada tahun 2019 ia menyerukan “pertempuran habis-habisan” melawan kejahatan yang harus “dihapus dari muka bumi.”
(esn)
Lihat Juga :