Tampilkan Halaman Alquran Berlumuran Darah, Game Call of Duty Tuai Kecaman

Minggu, 14 November 2021 - 13:29 WIB
loading...
Tampilkan Halaman Alquran...
Tampilkan potongan-potongan halaman Alquran berlumuran darah, game Call of Duty tuai kecaman. Foto/Aroged
A A A
RIYADH - Call of Duty cabang Timur Tengah meminta maaf atas konten Islamofobia dalam game terbarunya Vanguard. Kemunculan konten Islamofobia ini menyebabkan kegemparan di antara para gamer yang menuntut penghapusan materi "ofensif" tersebut.

Permainan, yang dirilis di seluruh dunia pada tanggal 5 November, menampilkan adegan dengan halaman-halaman Alquran berserakan di lantai dan berlumuran darah. Ini membuat pengembang game terkemuka di seluruh dunia itu dikecam para penggemar Muslim, yang menyerukan permintaan maaf secara global.

"Call of Duty dibuat untuk semua orang...ada konten yang tidak sensitif terhadap komunitas Muslim yang salah dimasukkan...dan sejak itu telah dihapus...kami sangat meminta maaf. Kami mengambil langkah segera secara internal untuk mengatasi situasi untuk mencegah kejadian seperti itu di masa depan," kata cabang waralaba game itu di Timur Tengah dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: PM Pakistan Serukan Dialog Global Tentang Islamofobia

Namun, para penggemar telah meminta permintaan maaf dari Call of Duty dan departemen global Activision. Mereka menyatakan insiden tersebut menyinggung umat Islam di seluruh dunia dan bukan hanya di Timur Tengah.

Para penggemar yang lain meminta perhatian lebih dari pengembang game dengan menyatakan tidak ada alasan untuk tidak menghormati budaya dan kepercayaan dua miliar orang.

Pengguna lain, Anisa Sanusi, menggunakan insiden itu sebagai kesempatan untuk menyoroti pentingnya keragaman di tempat kerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Berita Terkini
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Infografis
9 Manfaat Rebusan Daun...
9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas, Bantu Kendalikan Kadar Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved