Kisah Pangeran Arab Saudi Diduga Homoseks, Takut Dieksekusi Mati Jika Pulang

Sabtu, 13 November 2021 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Seorang porter hotel, Dobromir Dimitrov, yang juga homoseksual, mengatakan: "Saya akan menggambarkan mereka sebagai pasangan gay."

Tapi Kelsey-Fry, yang melakukan pemeriksaan silang Dimitrov, mengatakan kepadanya: "Tidak diterima bahwa ini sebenarnya pasangan gay—tapi saya siap menerima bahwa Anda memiliki kesan mereka adalah pasangan gay."

Dua pria pendamping [escorts], Pablo Silva dan Louis Szikora, juga memberikan bukti bahwa mereka telah melakukan tindakan seks terhadap sang pangeran.

Meskipun sang pangeran tidak pernah memberikan bukti, selama diinterogasi polisi dia bersikeras dia heteroseksual dan punya pacar di Arab Saudi.

Tetapi Laidlaw mengatakan itu adalah kebohongan: "Terdakwa menahan diri dari homoseksualitasnya mungkin dalam keadaan lain, karena latar belakang budaya mungkin, dijelaskan oleh rasa malu, atau memang, ketakutan."

"Tetapi penyembunyian aspek seksual oleh terdakwa terhadap pelecehannya terhadap korban, menurut kami, untuk alasan yang lebih jahat," katanya, seperti dikutip dari BBC.

Ketika dia ditemukan di tempat tidur di Kamar 312 Hotel Landmark di pusat kota London, korban memiliki bekas gigitan di pipinya. Polisi juga menemukan foto telanjang korban di ponsel sang pangeran.

Semua itu, kata Laidlaw, menunjukkan "elemen seksual" pada pelecehan yang menyebabkan kematian korban.

Pangeran, yang ibunya adalah salah satu dari 50 anak mendiang Raja Saud, membayar pelayannya yang berusia 32 tahun untuk terbang keliling dunia dan menginap di hotel terbaik.

Bersama-sama di London mereka pergi berbelanja, makan di restoran terbaik dan minum sampanye dan koktail di kelab malam yang megah.

Mereka berbagi tempat tidur tetapi sang pangeran sering membuat pelayannya melakukan serangan kekerasan, seperti pemukulan yang terekam kamera CCTV di lift hotel tiga minggu sebelum kematian Bandar Abdulaziz.

Dalam rekaman itu, korban tidak berusaha melawan dan kemudian berjalan dengan patuh mengikuti tuannya seperti anjing yang dimarahi.

Profesor Gregory Gause, seorang ahli Arab Saudi, mengatakan: "Homoseksualitas dianggap sangat memalukan di Arab Saudi dan tidak ada komunitas homoseksual yang diakui secara publik."

"Masih tertutup. Tapi, untuk pria muda Saudi, kontak dengan lawan jenis sangat sulit sehingga mungkin ada godaan untuk bereksperimen sebelum menikah," kata Gause, dari University of Vermont.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved