Kisah Pangeran Arab Saudi Diduga Homoseks, Takut Dieksekusi Mati Jika Pulang

Sabtu, 13 November 2021 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan sekitar 5.000 pangeran Saudi mendapatkan gaji tahunan sekitar USD200.000, tetapi beberapa di antaranya "sangat kaya".

Wawasan tentang rasa malu pangeran tentang homoseksualitasnya diberikan oleh salah satu pria pendamping, Szikora, yang menggambarkan dirinya pernah mengunjungi pangeran tersebut untuk sesi "erotis" dua jam tiga hari sebelum pembunuhan.

"Pria yang saya temui pada akhirnya memang menginginkan pijatan seksual tetapi itu seperti mencampurkan Nigel Havers dengan Omar Sharif. Anda harus membangun hubungan baik," katanya.

"Tuan-tuan Timur Tengah, mereka tidak terbuka tentang apa yang mereka inginkan seperti orang-orang di Barat."

Ayah sang pangeran, Pangeran Abdulaziz, pernah menghadiri persidangan putranya di Old Bailey.

Apa pun hubungan yang tepat antara pangeran dan pelayannya, akan menjadi kejahatan ketika dia menjadikan pelayannya sasaran pukulan dan serangan.

Menimbulkan luka fatal pada Bandar, dia berusaha menyembunyikannya dengan mengarang cerita.

Dia mengeklaim pelayannya telah dipukuli dan dirampok 3.000 euro di Edgware Road tiga minggu sebelumnya, dan menyatakan bahwa luka-luka itu pasti menyebabkan kematiannya.

Kebohongannya terungkap oleh hasil post mortem, yang menunjukkan luka-luka itu baru, dan oleh rekaman CCTV di lift, yang menunjukkan bahwa pangeranlah yang menyebabkan luka-luka itu sebelumnya.

Dia kemudian mengaku menyebabkan cedera yang menyebabkan kematian Bandar.

Sekarang sang pangeran telah dipenjara seumur hidup dan diperintahkan untuk menghabiskan hingga 20 tahun di balik jeruji besi di Inggris sebelum nantinya dideportasi kembali ke Arab Saudi.

Tapi Wilcke mengatakan: "Terlepas dari putusan pengadilan, penghinaan telah terjadi. Sebuah dewan keluarga akan diadakan dan dia mungkin akan dipotong uangnya."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved