Israel Setujui Pembebasannya, Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan 113 Hari

Sabtu, 13 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
Israel Setujui Pembebasannya,...
Miqdad al-Qawasmi, tahanan Palestina yang mogok makan 113 hari. FOTO/Islam Times
A A A
HEBRON - Seorang tahanan Palestina , Miqdad al-Qawasmi, mengakhiri aksi mogok makan 113 hari pada hari Kamis setelah Israel setuju untuk tidak memperpanjang penahanannya tanpa pengadilan. Al-Qawasmi mendekam di penjara Israel sejak Februari lalu.

“Kesepakatan telah dicapai untuk membebaskan tahanan ‘pahlawan’ Miqdad al-Qawasmi Februari mendatang,” kata Nahid Fakhouri, Direktur Kantor Media Tahanan Palestina, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/11/2021).

Baca: 111 Hari Mogok Makan, Tahanan Palestina Menanti Ajal di Penjara Israel

"Dia mengakhiri mogok makannya dan dapat mulai kembali makan, tergantung pada dokter apakah mengizinkannya makan sesuai dengan kondisi kesehatannya," lanjut Fakhouri. Sejak memulai aksi mogok makannya, al-Qawasmi dipandang sebagai pahlawan oleh publik Palestina karena berani menentang kebijakan Israel melalui penderitaan dirinya.

Di awal pekan ini, Ibu kandung al-Qawasmi menyuarakan keprihatinan atas hidup anaknya, setelah kondisi al-Qawasmi memburuk. Para pejabat mengatakan, al-Qawasmi menolak makanan selama protes, tetapi minum air dengan garam dan diberi vitamin serta obat-obatan oleh dokter Israel.

Pada pertengahan pekan ini, pengacara al-Qawasmi, Jawad Boulos, mengutip pejabat penjara Israel, mengatakan, kliennya itu “tidak bisa bergerak, bahkan di kursi roda”. Pusat Informasi Palestina melaporkan, bahwa imobilitas tahanan membantah klaim oleh otoritas Israel bahwa kesehatannya telah membaik.

Baca: Tahanan Warga Palestina Dibebaskan setelah 65 Hari Mogok Makan

Pejabat Palestina lainnya dari Asosiasi Tahanan Palestina mengatakan, pembebasan al-Qawasmi pada Februari 2022 akan bertepatan dengan berakhirnya periode "penahanan administratif" Al-Qawasmi yang tidak akan diperpanjang.

Seorang pejabat Israel mengatakan penahanan al-Qawasmi "atas informasi intelijen yang diajukan ke pengadilan" mengenai keterlibatannya dalam kegiatan yang terkait dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas. Juru bicara Hamas Hazem Qassem memuji kesepakatan itu sebagai "kemenangan".

Selama ini, Israel menahan warga Palestina yang dianggap sebagai tersangka, biasanya dalam kasus terkait keamanan, hingga 60 hari tanpa dakwaan dan memperpanjang periode itu dengan persetujuan pengadilan. PBB, Uni Eropa, dan organisasi hak asasi manusia telah mengkritik praktik tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved