Mantan Menkeu: 300.000 Tentara Hantu yang Bikin Afghanistan Runtuh Sekejap

Jum'at, 12 November 2021 - 15:17 WIB
loading...
A A A
"Seluruh perasaan itu, kita tidak bisa mengubah ini. Beginilah cara kerja parlemen, beginilah cara kerja gubernur. Semua orang akan mengatakan arus keruh dari paling atas, artinya yang paling atas terlibat dalam hal ini," kata Payenda, yang menambahkan bahwa dia tidak percaya mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani "korup secara finansial".

Taliban mendapatkan kembali kendali atas Afghanistan pada Agustus 2021 ketika AS menyelesaikan penarikan pasukannya dari negara itu.

Sebulan sebelum pengambilalihan Taliban, Presiden AS Joe Biden telah menggembar-gemborkan jumlah dan kemampuan militer Afghanistan, di mana pemerintah AS menghabiskan USD83 miliar untuk pelatihan dan perlengkapannya.

Biden dalam konferensi pers 8 Juli 2021 mengatakan militer Afghanistan diperlengkapi dengan baik seperti tentara mana pun di dunia.

Selama konferensi pers yang sama, Biden mengatakan, "Kemungkinan akan ada Taliban yang menguasai segalanya dan memiliki seluruh negara sangat tidak mungkin."

Ketika Taliban berbaris ke Kabul, pemerintahan Biden dipaksa untuk mengakui bahwa mereka terkejut oleh kecepatan gerak di mana para militan merebut wilayah. "Tentu saja kecepatan jatuhnya kota-kota jauh lebih besar daripada yang diantisipasi siapa pun," kata penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan pada pertengahan Agustus.

Biden banyak menyalahkan militer Afghanistan, meskipun dia telah menyatakan "kepercayaan" di dalamnya hanya beberapa minggu sebelumnya.

Militer Afghanistan diganggu oleh korupsi dan masalah disiplin selama bertahun-tahun, dan pemerintah AS sebenarnya sudah diperingatkan tentang masalah tersebut.

Payenda bukanlah pejabat pertama dari Afghanistan atau AS yang mengungkapkan keprihatinan tentang "tentara hantu".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Lagu Kebangsaan Spanyol...
Lagu Kebangsaan Spanyol Tak Punya Lirik, Bagaimana Cara Nyanyinya?
Rekomendasi
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta, Norwegia Meroket 12 Tingkat
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Berita Terkini
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved